Data Center is our focus

We help to build, access and manage your datacenter and server rooms

Structure Cabling

We help structure your cabling, Fiber Optic, UTP, STP and Electrical.

Get ready to the #Cloud

Start your Hyper Converged Infrastructure.

Monitor your infrastructures

Monitor your hardware, software, network (ITOM), maintain your ITSM service .

Our Great People

Great team to support happy customers.

Friday, September 07, 2012

Monitoring Network dan Environment dgn PRTG+AKCP

Dalam pengalaman solusi integrasi kami, salah satu solusi yang cost-effective adalah mengintegrasikan NETWORK MONITORING dengan menggunakan PRTG NETWORK MONITOR dengan environment system menggunakan AKCP.

Berikut hasilnya.
Dashboard



Temperature Sensor



Silahkan kontak kami untuk detail implementasi di tempat Anda.

Serangan Flooding (Flood Attacks) - menjaga server LPSE aman darinya.


Kemarin mendapat telepon dari kawan di salah satu pemkab yang mengelola server LPSE, salah satu kendala mereka adalah untuk menjaga server aman dari serangan flood (flood attacks), salah satu solusi yang kami tawarkan adalah menggunakan firewall UTM Watchguard, berikut keterangan teknisnya.

About flood attacks

In a flood attack, attackers send a very high volume of traffic to a system so it cannot examine and allow permitted network traffic. For example, an ICMP flood attack occurs when a system receives sufficient ICMP ping commands that it uses all of its resources to send reply commands. The WatchGuard device can protect against these types of flood attacks:
  • IPSec flood attacks
  • IKE flood attacks
  • ICMP flood attacks
  • SYN flood attacks
  • UDP flood attacks
Flood attacks are also known as Denial of Service (DoS) attacks.
The default configuration of the WatchGuard device is to block flood attacks. To disable or reenable this feature, or to change the maximum allowed number of packets each second: 
  1. From Policy Manager,click 
    Or, select Setup > Default Threat Protection > Default Packet Handling.
    The Default Packet Handling dialog box appears.
screenshot of Default Packet Handling dialog box
  1. Select or clear the check boxes for the flood attacks you want to prevent.
You then use the arrows to select the maximum allowed number of packets per second for each source IP address. If the setting is, for example, 1000, this means that the WatchGuard device blocks a source if it receives more than 1000 packets per second from that source.

About the SYN flood attack setting

For SYN flood attacks, you set the threshold for the WatchGuard device to report that a SYN flood attack may be taking place. But, no packets are dropped if only that number of packets is received. At twice the threshold, all SYN packets are dropped. At any level between the threshold you define and twice that level, if a packet's src_IP, dst_IP, and total_length are the same as the previous packet received, then it will always be dropped; otherwise 25 percent of the new packets received are dropped.
For example, suppose you define the threshold at 18 packets per second. When you receive that amount, the WatchGuard device warns you that a SYN flood attack may be taking place but it drops no packets. If you receive 20 packets per second, the device drops 25% of the packets (5 packets). If you receive 36 or more, the last 18 or more packets are dropped.


Thursday, September 06, 2012

21 Perbedaan Cara Pikir Miliarder dan Orang Biasa

VIVAnews - Miliarder wanita dunia asal Australia, Gina Rinehart, memberikan pernyataan keras kepada media dengan mengatakan kalangan kelas menengah terlalu cemburu dengan orang-orang kaya.

Gina yang tengah terlibat kasus hukum perebutan harta warisan ini menganggap kalangan kelas menengah lebih banyak menghabiskan waktunya untuk minum-minum, merokok, dan bersosialisasi dibandingkan bekerja keras untuk mengumpulkan kekayaannya. 

Pengarang buku How Rich People Think, Steve Siebold, yang telah mewawancari miliarder hampir tiga dekade mencoba mencari tahu sesuatu yang membuat kalangan super kaya ini seolah terpisah dengan kalangan lain. 

Dikutip dari bussines Insider, perbedaan sebetulnya terletak pada uang itu sendiri. Ini adalah mengenai mentalitas. 

"Kalangan kelas menengah sering menasehati untuk bahagia dengan apa yang dimiliki," kata Steve. "Secara keseluruhan, banyak orang yang merasa ketakutan bila ingin berkaitan dengan uang," 

Berikut adalah 21 perbedaan cara berpikir para miliarder dan orang-orang biasa: 

1. Orang biasa menganggap uang adalah akar dari segala kejahatan. Orang kaya berpikir kemiskinan adalah akar dari semua kejahatan

Siebold mengatakan banyak orang yang telah dicuci otaknya dengan menganggap orang kaya adalah kalangan beruntung atau tidak jujur. Inilah yang menyebabkan munculnya budaya malu untuk menjadi kaya di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. 

"Masyarakat seluruh dunia tahu bahwa memiliki uang memang tak menjamin kebahagiaan namun membuat hidup lebih mudah dan lebih bisa dinikmati," kata Siebold. 

2. Orang biasa menganggap egois adalah sifat buruk. Orang kaya memandang egois adalah kebajikan

"Orang kaya keluar rumah dan membuat dirinya senang. Mereka tak berupaya untuk berpura-berpura menyelamatkan dunia," kata Siebold. 

Masalahnya masyarakat kelas menengah memandang hal itu sebagai sesuatu yang negatif dengan membiarkan tetangga mereka hidup dalam kemiskinan.

"Jika anda tak menjaga diri sendiri, Anda tak dalam posisi untuk menolong orang lain. Anda tak bisa memberikan yang tak Anda miliki,"

3. Orang biasa bermental penjudi. Orang kaya memiliki mental beraksi

Siebold mengatakan, saat sebagian orang menunggu menemukan angka yang tepat dan berharap meraih kekayaan, orang kaya berupaya untuk menyelesaikan masalah. 

"Para pahlawan (kelas menengah) menunggu Tuhan, pemerintah, bos, atau pasangannya. Ini adalah cara berpikir orang rata-rata yang menurunkan cara pendekatan ini dalam memandang hidup padahal detik jam terus berdetak,"

4. Orang biasa menganggap jalan menjadi kaya harus melalui pendidikan formal. Orang kaya percaya dengan cara mengambil ilmu yang lebih spesifik

5. Orang biasa terbius dengan kejayaan masa lalu. Orang kaya bermimpi untuk masa depan

Miliarder mendapatkan kekayaannya karena mereka bertaruh dengan dirinya dan proyek yang dibuatnya, tujuan, dan ide-ide ke dalam masa depan yang belum jelas. 

Orang-orang yang percaya dengan kekayaan yang pernah diperolehnya, jarang sekali menjadi kaya. Bahkan biasanya berakhir dengan ketidakbahagiaan dan depresi. 

6. Orang biasa melihat uang dengan emosi. Orang kaya melihat uang secara logis. 

Ketika mendapatkan uang, orang biasa akan mentransformasikannya menjadi sebuah ketakutan dan didorong oleh pemikiran untuk mengubahnya menjadi masa pensiun yang menyenangkan

Orang kaya melihat uang sebagai alat yang kritis yang menggambarkan pilihan dan peluang.

7. Orang biasa mendapat uang dari aktivitas yang tak disukai. Orang kaya mengikuti hasrat mereka

Rata-rata orang biasa melihat orang kaya bekerja sepanjang waktu. Kalangan yang lebih pintar berusaha untuk melakukan apa yang disukai dan mencari cara untuk menghasilkan uang dari kecintaannya itu. 

Di pihak lain, kalangan kelas menengah mendapat pekerjaan yang tak disukainya karena mereka membutuhkan uang.

8. Orang biasa menetapkan target rendah agar tak kecewa. Orang kaya meninggikan target sebagai tantangan

Psikolog dan ahli kesehatan lain seringkali memberikan nasihat kepada pasiennya untuk memasang target rendah dalam kehidupannya agar tak kecewa. 

"Takkan ada orang yang bisa menjadi kaya dan hidup dengan impiannya tanpa memasang target besar," kata Siebold. 

9. Orang biasa percaya harus melakukan sesuatu untuk menjadi kaya. Orang kaya percaya Anda harus menjadi sesuatu untuk menjadi kaya

Inilah alasan mengapa orang seperti Donald Trump beranjak dari jutawan menjadi miliarder yang berutang US$9 miliar dan kembali dengan kekayaan yang lebih besar.

"Di saat sebagian besar orang terpaku untuk mengerjakan dan segera mendapat hasil dari pekerjaannya, orang-orang terkenal berupaya mempelajari dan berkembang dengan setiap pengalaman yang dimiliki," 

10. Orang biasa percaya Anda butuh uang untuk menghasilkan uang. Orang kaya menggunakan uang milik orang lain

Siebold mengatakan orang kaya umumnya tak takut untuk menghimpun kekayaannya dari kantong orang lain.


11. Orang biasa menilai pasar modal dikendalikan oleh logika dan strategi. Orang kaya tahu bahwa pasar modal dikendalikan emosi dan keserakahan.

Sukses investasi di bursa saham tak selalu hanya berdasar formula hitung-hitungan matematika. Orang kaya justru menilai faktor utama yang mengendalikan pasar keuangan adalah ketakutan dan keserakahan. "Mereka memasukkan faktor ini pada perdagangan dan tren pasar modal," kata Siebold.

Pengetahuan mengenai sifat alami manusia dan dampak overlap pada perdagangan pasar modal memberikan investor keuntungan strategis dalam membangun kekayaan lebih besar melalui leverage

12. Orang biasa hidup di atas kebutuhan mereka, orang kaya justru sebaliknya.

Orang kaya hidup di bawah standar kebutuhannya, bukan karena mereka cerdas. Namun, karena mereka membuat banyak uang untuk hidup mewah di saat mengantongi pasokan layaknya seorang raja di masa mendatang.

13. Orang biasa melatih anaknya untuk bertahan. Orang kaya melatih anaknya untuk menjadi kaya.

Kalangan orang kaya melatih anak-anaknya sejak usia dini dengan mengenalkan konsep berpunya dan tak berpunya. Meski banyak orang yang berpendapat bahwa Siebold mengakui dirinya mendukung ide elitism tersebut, dia menolak pandangan itu.

"Masyarakat selalu mengatakan orang tua mengajarkan anaknya untuk melihat ke bawah (masyarakat yang lebih miskin). Itu tak semuanya benar," kata Siebold. "Apa yang mereka ajarkan pada anaknya adalah melihat dunia melalui mata yang lebih objektif."

14. Orang biasa memiliki uang yang membuatnya stres. Orang kaya mencari kedamaian pikiran dalam kekayaan.

Alasan mengapa orang kaya mendapat kekayaan lebih banyak adalah mereka tidak takut untuk mengakui bahwa uang bisa membuat masalah selesai. 

"Kalangan menengah melihat uang sebagai kebutuhan yang tak pernah ada habisnya, sehingga harus memenuhi sepanjang hidup". 

15. Orang biasa memilih terhibur daripada terdidik. Orang kaya justru sebaliknya. 

Umumnya orang-orang kaya tak banyak berinvestasi dalam bentuk pendidikan formal. Justru yang mereka lakukan adalah belajar sepanjang waktu, kendati masa pendidikan telah usai.

"Ketika masuk ke rumah orang kaya, hal pertama yang Anda lihat adalah ruang perpustakaan mahal berisi buku-buku yang telah membuat mereka menjadi sukses".

16. Orang biasa berpikir orang kaya adalah sombong. Orang kaya hanya ingin dikelilingi oleh golongan yang memiliki pemikiran sama.

Mentalitas negatif dari uang yang telah meracuni kalangan kelas menengah membuat kalangan orang kaya memilih untuk bergaul dengan masyarakat yang sama dengan mereka. 

"Orang kaya tak bisa menerima pesan mengenai kiamat dan kegelapan," kata Siebold.

17. Orang biasa fokus pada menabung. Orang kaya fokus pada pendapatan.

Siebold berteori, kalangan orang kaya memfokuskan dirinya memikirkan cara meraih untung dari risiko yang diambil. Langkah ini lebih dipilih daripada menyimpan uang yang telah diterimanya.

18. Orang biasa bermain aman dengan uangnya. Orang kaya tahu kapan waktunya mengambil risiko.

19. Orang biasa senang kenyamanan. Orang kaya mencari kenyamanan dalam ketidakpastian.

Bagi sebagian orang, dibutuhkan keberanian yang sangat besar untuk menjadikan risiko sebagai jalan menjadi miliarder. Tantangan yang bagi kalangan kelas menengah akan menciptakan posisi tak nyaman. 

"Kenyamanan fisik, psikologis, dan emosi merupakan tujuan utama dari pemikiran kalangan kelas menengah".

20. Orang biasa tak pernah mengaitkan uang dan kesehatan. Orang kaya tahu bahwa uang bisa menyelamatkan hidup.

Di saat sebagian besar masyarakat AS berselisih mengenai isu Obamacare dan jaminan asuransi kesehatan perusahaan, kalangan super kaya justru mendaftar layanan kesehatan super elite.

Orang kaya ini menjadi anggota dari asuransi yang memberikan jaminan 24 jam yang hanya bisa diakses segelintir masyarakat. 

21. Orang biasa percaya bahwa mereka harus memiliki keluarga bahagia atau menjadi kaya. Orang kaya tahu bagaimana mendapatkan semua itu.

Ide mengenai kekayaan akan memunculkan waktu berkumpul keluarga yang mahal, tak lain hanya sebuah pembiaran. Orang kaya berpikir Anda bisa memiliki semuanya jika melakukan pendekatan pada tantangan itu dengan pikiran penuh cinta dan kekayaan. (art)




--
Sent from Gmail Mobile

Apakah cloud computing?

What is Cloud Computing?

Cloud computing is the access to computers and their functionality via the Internet or a local area network. Users of a cloud request this access from a set of web services that manage a pool of computing resources (i.e., machines, network, storage, operating systems, application development environments, application programs). When granted, a fraction of the resources in the pool is dedicated to the requesting user until he or she releases them.
It is called "cloud computing" because the user cannot actually see or specify the physical location and organization of the equipment hosting the resources they are ultimately allowed to use. That is, the resources are drawn from a "cloud" of resources when they are granted to a user and returned to the cloud when they are released.
A "cloud" is a set of machines and web services that implement cloud computing.

What is the Relationship Between Virtualization and Cloud Computing?

Virtualization is the ability to run "virtual machines" on top of a "hypervisor." A virtual machine (VM) is a software implementation of a machine (i.e., a computer) that executes programs like a physical machine. Each VM includes its own kernel, operating system, supporting libraries and applications. A hypervisor provides a uniform abstraction of the underlying physical machine.
Multiple VMs can execute simultaneously on a single hypervisor. The decoupling of the VM from the underlying physical hardware allows the same VM to be started on different physical machines. Thus virtualization is seen as an enabler for cloud computing, allowing the cloud computing provider the necessary flexibility to move and allocate the computing resources requested by the user wherever the physical resources are available.

How Are Clouds Classified?

Given the broad definition of the term "cloud," the current taxonomy differentiates clouds both in terms of cloud service offerings and cloud types. When categorizing cloud service offerings, we often refer to clouds in terms of "service style" depending on the portion of the software stack delivered as a service.
The most common service styles are referred to by the acronyms *Iaas, Paas, and Saas.
Cloud "types" (including publicprivate, and hybrid) refer to the nature of access and control with respect to use and provisioning of virtual and physical resources.

What Are the Most Popular Cloud Service Styles?

Infrastructure as a Service (IaaS)

IaaS clouds provide access to collections of virtualized computer hardware resources, including machines, network, and storage. With IaaS, users assemble their own virtual cluster on which they are responsible for installing, maintaining, and executing their own software stack.

Platform as a Service (PaaS)

PaaS style clouds provide access to a programming or runtime environment with scalable compute and data structures embedded in it. With PaaS, users develop and execute their own applications within an environment offered by the service provider.

Software as a Service (SaaS)

SaaS style clouds deliver access to collections of software application programs. SaaS providers offer users access to specific application programs controlled and executed on the provider's infrastructure. SaaS is often referred to as "Software on Demand."

Tuesday, September 04, 2012

Environment Monitoring System (E-MS)

Solusi environment monitoring system merupakan gabungan antara kemampuan untuk mendeteksi perubahan lingkungan (environment) dan menampilkannya dalam tampilan dan kemampuan logging untuk mendapatkan report performansi dari kondisi lingkungan.

Dalam prakteknya, perangkat Environment Monitoring System tidak melulu harus berdiri sendiri, melainkan dapat digabungkan dengan Network Management System. Kami mengintegrasikan beberapa solusi EMS dengan Network Management System, salah satunya adalah menggabungkan OpManager dengan AKCP SecurityProbe.

Dengan menggabungkan ini, maka kita akan mendapatkan tampilan dan kondisi sensor-sensor environment dalam network management kita.