Sunday, July 01, 2018

5 LESSONS to BUILD a GREAT #TEAMWORKS (in sport and in business)

5 LESSONS to BUILD a GREAT TEAMWORKS (in sport and in business)

Kalau orang ditanya siapakah pemain sepakbola terbaik dunia saat ini, jawabannya biasanya adalah Ronaldo dan Messi. Dan tadi malam tragisnya dua pemain terbaik dunia itu harus pulang kampung karena timnya tersisih dari Piala Dunia.

And that's the power of teamwork. Seorang CEO sebuah bank besar di Indonesia pernah menyampaikan dalam speechnya,"I like the superstars, but I like even more the great teamwork!"
Dan statement itu terbukti tadi malam, di mana para superstar (Messi dan Ronaldo) begitu tak berdaya. Sementara tim-tim yang kelihatan bahwa teamworknya kompak seperti Perancis dan Uruguay terlihat berjaya.

What is happening?
Baik dalam bisnis maupun dalam kompetisi olahraga, bergantung kepada seorang superstar itu sangat berbahaya. Bisa saja pada masa genting superstar anda tidak fit, sakit, atau bahkan superstar anda bisa kabur ke tempat lain. That's the first risk. Resiko lain adalah kalau anda sangat mengandalkan superstar tersebut maka permainan anda akan mudah terbaca dan tentu saja strategy anda mudah dipatahkan lawan.
Portugal kadang mencetak 3 goal dalam satu game, dan semuanya dicetak Ronaldo (what a great superstar!).
Perancis tadi malam mencetak 4 goal dalam satu game, dari tiga pemain yang berbeda(what a great team!).
What is the result? Portugal pulang kampung , demikian juga dengan Argentina (yang mengandalkan Messi).
Sementara Perancis dan Uruguay menang akan meneruskan ke babak berikutnya.

Didier Deschamps (bacanya DIDIE DESONG), pelatih Perancis bukanlah seorang superstar (kebetulan saya kuliah di Nantes (Perancis), di kota di mana Didier Deschamps dididik sebagai pemain sepakbola). Gurunya Deschamps adalah Jean-Claude Saudea yang mampu membawa Nantes menjadi Juara Liga Perancis pada jamannya tanpa mengandalkan seorang superstar pun.
Dan style itulah yang ditiru oleh Deschamps saat ini.

Antoine Griezman (bacanya ANTOAN) memang superstar di Atletico Madrid, tetapi pada saat Antoine gagal mengeksekuis free kick dan menyentuh tiang gawang, Perancis masih bisa mengandalkan Mbape dan Pavard untuk mencetak goal juga.

And that's the power of teamwork. Bukan hanya mengandalkan satu pemain,
tapi mengandalkan semua pemain dalam tim.
Dan terutama mengandalkan kekompakan semua pemain untuk mencapai kemenangan bersama sebuah team!

Dan tentu saja hal ini bisa dipelajari dalam kompetisi olahraga maupun dalam tugas kita sebagai leader untuk mengembangkan bisnis kita dan mengembangkan tim kita!

Patric Lencioni , seorang management guru mengatakan dalam bukunya The 5 Difunctions of a Team,"Kalau anda bisa membuat semua orang mendayung perahu anda ke arah yang sama, maka anda akan bisa menaklukna kompetisi apapun, dalam industri apapun, di negara manapun!"

Sebuah pepatah Afrika menyatakan,"Kalau anda ingin pergi cepat-cepat, pergilah sendirian. Kalau anda ingin pergi jauh, pergilah bersama team anda!"

Terus apa yang harus anda lakukan sebagai seorang leader untuk membangun temwork yang keren?

Tom Kelley dalam bukunya ,"The Ten Faces of Innovation" merekomendasikan lima langkah di bawah ini .

a) Coach more, direct less

Dalam sepakbola, pelatih memimpin semua pemain profesional yang expert di bidangnya. Sama, anda sebagai leader juga memimpin team member yang lebih expert dalam bidang mereka masing-masing. Berarti sebagai leader anda harus mengurangi "perintah" dan "instruksi" anda kepada mereka. Mestinya anda lebih fokus pada meng-coaching dan membimbing mereka. 
Jadi mestinya anda jarang mengatakan ...
"Kerjakan ini"
"Lakukan ini"
"Jangan melakukan ini ..."
... dst .. dat
Dan anda sebaiknya lebih banyak mengatakan atau menanyakan hal-hal seperti ini:
Apakah tujuan yang ingin anda capai?
Apakah yang akan anda lakukan adalah cara yang terbaik untuk mencapainya?
Apa halangan yang akan anda jumpai dan bagaimana menghadapinya?
Siapa yang harus anda engage agar project ini sukses?
... dst dst
Artinya anda tidak lagi memerintah, anda tidak lagi memberikan jawaban, tetapi anda membantu mereka berfikir agar mereka menemukan jawabannya sendiri.
That's how you develop them and help them to achieve their objective at the same time.

b) Celebrate and Reward the Passing

Dalam business , jangan hanya selebrasi dan me-reward hasilny (goalnya saja). Selama anda hanya me-reward goal, maka mereka akan menjadi pemain individualis yang hanya mementingkan diri sendiri (dan reward yang akan mereka dapatkan).
Sebuah performance yang baik harus menggabungkan goal dan passing, atau dalam bisnis kita tercapainya objective (what) dan bagaimana mereka mencapai objective tersebut (how).
The balance between the what and the how will help you to help a great teamwork!

c) Everybody touches the ball

Jangan hanya berfokus pada pemain andalan anda. Make sure everybody touch the ball. Pastikan bahwa semua team member anda engage dan punya sense of belonging yang tinggi. Mereka harus mengerti role dan responsibility mereka, dan pada saat yang sama , harus bersiap untuk mengerjakan sesuatu yang di luar tanggungjawabnya, bila diperlukan, demi kesuksesan bersama.

d) Teach Overlapping Skills

Ajarkan skills yang di luar bidang mereka. Jadi ajarkan marketing ke finance team, ajarkan HR ke sales team, dan ajarkan supply chain ke HR team.
Atau dalam skop lain, kalau anda di HR, ajarkan Talent Management ke Industrial Relations team, ajarkan Compensation & Benefits ke HR Business Partner, dan ajarkan Training Development ke Compensation and  Benefits team,
Ini akan mengembangkan wawasan dan expertise mereka. Dan juga bermanfaat bagi teamwork, membuat mereka lebih mengerti dan memahami challenge yang lain, dan pada saat dibutuhkan mungkin anda juga bisa memanfaatkan skills mereka yang baru itu.

e) Less Dribbling, More Goals

Last but not least,
seringkali kita terlalu terpaku pada proses internal kita.
Ingat tim sepakbola adalah mencetak goal, bukan driblingnya.
Berarti dalam bisnis anda juga harus fokus pada customer anda (internal atau external) dan pada business objective anda.
Jangan terpaku pada proses anda, tapi fokuslah pada tujuan  bersama yang harus dicapai!

Jadi ingat ya, sebagai seorang leader yang ingin mengembangkan teamwork yang solid, coba terapkan kelima langkah di  bawah ini ....

a) Coach more, direct less
b) Celebrate Passing
c) Everybody touches the ball
d) Teach Overlapping Skills
e) Less Dribbling, More Goals


Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
Director
PT. DAYA CIPTA MANDIRI SOLUSI
mobile: 62-812-1057533 / 0881-8857333
skype: fankych1211