Data Center is our focus

We help to build, access and manage your datacenter and server rooms

Structure Cabling

We help structure your cabling, Fiber Optic, UTP, STP and Electrical.

Get ready to the #Cloud

Start your Hyper Converged Infrastructure.

Monitor your infrastructures

Monitor your hardware, software, network (ITOM), maintain your ITSM service .

Our Great People

Great team to support happy customers.

Saturday, August 25, 2018

Key aspects of smart city

Rencana perubahan PP 82/2012

Asosiasi Cloud Computing Indonesia (ACCI) merupakan asosiasi bagi para pelaku dan pemerhati Cloud Computing / Komputasi Awan di Indonesia dengan keanggotaan terbuka untuk para Cloud Provider (IaaS, PaaS, SaaS), Perusahaan pengguna layanan Cloud Computing, Lembaga Pendidikan, Profesional dan Pelajar. ACCI yang sebelumnya secara resmi meminta salinan draft dari rencana perubahan PP 82/2012 kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (KEMKOMINFO), kemudian membagikan kepada Cloud Provider anggota ACCI yang tertarik untuk mempelajari dan ingin memberikan tanggapan terkait rencana regulasi yang ada.
Setelah mempelajari salinan draft dari rencana perubahan PP 82/2012, kemudian ACCI melaksanakan rapat bersama pada hari Kamis, 3 Mei 2018 untuk merumuskan bersama tanggapan resmi dari ACCI. Tercatat ada 9 Cloud Provider anggota ACCI yang turut memberikan tanggapan terkait hal diatas, yaitu:
  1. CBNCloud
  2. Cloudmatika
  3. Datacomm Cloud
  4. Indonesian Cloud
  5. Lintasarta
  6. Microsoft Indonesia
  7. Telkomtelstra
  8. VibiCloud 
  9. Zettagrid Indonesia
Cloudmatika yang merupakan salah satu anggota ACCI, turut memberikan tanggapan dalam rapat bersama yang dilaksanakan tersebut, guna mendukung pemerintah dalam rencana perubahan PP 82/2012 untuk membuat perubahan yang sesuai dengan para penyedia maupun pelaku dan pemerhati Cloud Computing / Komputasi Awan di Indonesia serta untuk membuat para pengguna Cloud di Indonesia merasa aman dengan data yang dimiliki nya.
Kami memahami bahwa saat ini draft rencana perubahan PP 82/2012 ini telah berada di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk dilakukan harmonisasi, dengan alasan tersebut dari hasil rapat bersama, 9 butir kesepakatan bersama ini akan disampaikan ke KEMKOMINFO dan ditembuskan ke Presiden Republik Indonesia dan beberapa kementerian terkait dengan harapan bisa menjadi masukan sebelum disahkan.
Berikut ini adalah 9 tanggapan resmi dari anggota ACCI melalui ACCI yang pada hari ini telah kami sampaikan ke pemerintah:
  1. Pasal 1
    Dalam draft Rencana Perubahan PP 82/2012 Pasal 1 angka 27 disebutkan bahwa Data Elektronik terbagi menjadi 3 (tiga) yaitu:
    a. Data Elektronik Strategis
    b. Data Elektronik Berisiko Tinggi
    c. Data Elektronik Berisiko Rendah
    Kami berpendapat bahwa walaupun dalam hal definisi dan klasifikasi terhadap apa itu Data Elektronik Strategis sudah cukup jelas, namun Klasifikasi Data Elektronik Berisiko Tinggi dan Data Elektronik Berisiko Rendah patut untuk diperjelas agar dalam pembuatan Peraturan Teknis pada masing-masing sektor (yang terdapat pada Pasal 83L draft Rencana Perubahan PP 82/2012) memiliki kejelasan, pun bagi Pelaku Usaha memiliki Kepastian dan Kejelasan Hukum.
  2. Pasal 17, 83M, 83N
    Kami sepakat bahwa Data Elektronik Strategis wajib disimpan, diproses dan dikelola di wilayah Indonesia. Selanjutnya, kami memberikan saran untuk Data Elektronik Berisiko Tinggi juga wajib berada di wilayah Indonesia, namun dapat mempunyai duplikasi diluar wilayah Indonesia. Hal ini diperlukan untuk menjamin kedaulatan atas data dan juga memudahkan penegakan hukum di Indonesia.
  3. Pasal 83K
    Pada penjelasan Pasal 83K draft Rencana Perubahan PP 82/2012 terdapat istilah “Data Warga Negara Indonesia” dan “Data Kependudukan”, kami menyarankan agar definisi atau pembedaan antara keduanya diperjelas. Apakah “Data Kependudukan” juga merupakan “Data Warga Negara Indonesia” begitupun sebaliknya.
  4. Pasal 5
    Kami mengapresiasi perubahan dalam pasal ini, untuk mewajibkan Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) untuk melakukan pendaftaran, namun kami memberikan masukan supaya PSE ini juga berlaku bagi pelaku penyedia jasa Cloud Computing dan OTT asing yang melakukan kegiatan usahanya dan atau menjual jasanya di Indonesia haruslah juga memiliki Badan Usaha di Indonesia, dan juga mencatatkan transaksinya ke Badan Usaha di Indonesia tersebut. Hal Ini sangat diperlukan untuk mempermudah Pemerintah dalam hal penegakan hukum dan juga untuk memperoleh pendapatan Negara dari pembayaran pajak atas transaksi elektronik yang terjadi.
  5. Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) haruslah memiliki sistem tersendiri berkaitan dengan kesiapannya membantu Pemerintah dan atau Pihak yang berwenang di wilayah hukum Indonesia apabila suatu saat ada kepentingan dalam hal penegakkan hukum.
  6. Kepentingan setiap entitas yang ada dalam lingkup wilayah Hukum Indonesia haruslah dilindungi berdasarkan pada Pasal 26 UU Nomor 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik bahwa penggunaan setiap informasi melalui media elektronik yang menyangkut data pribadi seseorang harus dilakukan atas persetujuan orang yang bersangkutan. Oleh karena itu, kami memberikan masukan bahwa Pemerintah haruslah mewajibkan setiap PSE mencantumkan informasi berkaitan penyimpanan, penggunaan dan lalu lintas data pribadi sebagai consent dan dituangkan dalam klausul ketentuan pengguna (users terms and conditions) dalam penggunaan jasa PSE.
  7. Kami juga menyarankan bahwa definisi berkaitan dengan istilah “Instansi” dan “Institusi’ dalam draft Rencana Perubahan PP 82/2012 diperjelas, dikarenakan sebagaimana juga terdapat Perundang-undangan lainnya seringkali kedua istilah ini saling tumpang tindih, sedangkan dalam kepastian hukum suatu definisi itu menjadi suatu hal yang cukup signifikan dalam implementasinya di lapangan.
  8. Industri dan bisnis Cloud Computing di Indonesia juga akan sangat bergantung pada implementasi regulasi perpajakan, walaupun ini di luar dari ruang lingkup draft Rencana Perubahan PP 82/2012. Kami memberikan saran agar penerapan pajak haruslah adil dan setara baik itu untuk pemain lokal (local provider) dengan OTT asing (global provider).
  9. Atas dasar masukan-masukan di atas, kami juga berharap bahwa draft Rencana Perubahan PP 82/2012 ini dimatangkan terlebih dahulu sebelum disahkan, terutama dengan adanya masukan yang telah kami sampaikan. Kami yakin bahwa implementasi dari perubahan PP 82/2012 akan sangat berdampak signifikan terhadap perkembangan industri Cloud Computing dan Industri Digital di Indonesia.

Demikian 9 butir kesepakatan yang telah kami sampaikan, kami berharap butir-butir tersebut bisa menjadi perhatian sebelum disahkan. Kami sangat terbuka dan antusias apabila pemerintah dalam hal ini institusi dan atau lembaga terkait mengajak kami selaku anggota ACCI berdiskusi terkait dengan rencana perbaikan regulasi yang ada.
sumber:https://www.cloudmatika.co.id/2018/05/07/cloudmatika-turut-hadir-dalam-rapat-bersama-menanggapi-rencana-perubahan-pp-82-2012/

Pemilihan Data Center yang Tepat Untuk Bisnis Anda

Dalam mengelola sistem IT perusahaan, ada hal sangat penting yang harus dipertimbangkan, yakni pemilihan data center (pusat data). Pemilihan data center merupakan bagian penting untuk bisnis perusahaan Anda, apalagi bisnis yang bergerak dalam  bidang e-commerce. Data Center yang merupakan lokasi penyimpanan sever dan data yang berkaitan dengan operasional dan bisnis dari sebuah perusahaan haruslah sesuai dengan standarisasi data center yang ada di Indonesia.
Dalam menentukan data center, perusahaan memiliki dua opsi yaitu membangun sebuah data center sendiri atau menyewa data center di penyedia data center yang ada di Indonesia. Namun, jika sebuah perusahaan ingin membangun sebuah data center sendiri, maka harus siap untuk mempersiapkan biaya, tenaga kerja, dan harus memenuhi standarisasi data center di Indonesia. Perusahaan yang ingin membangun data center sendiri harus memastikan ketersediaan pasokan listrik, pendingin, dan sarana lain yang memastikan sistem IT yang berada di dalam data center tetap berjalan dengan baik dan tidak mengganggu kontinuitas operasi perusahaan.
Namun pada opsi lain, perusahaan dapat mengelola sistem IT perusahaan dengan menyewa sebuah data center kepada penyedia data center yang ada di Indonesia. Mulai dari data center TIER I, TIER II, TIER III, sampai TIER IV yang perbedaan pada umumnya ialah berkaitan dengan kelistrikan. TIER III harus mempunyai dua jalur listrik berbeda, tidak boleh melalui gardu yang sama. Sehingga, apabila terdapat satu jalur listrik yang mengalami permasalahan atau tidak menyala, masih dapat menggunakan satu jalur lainnya.
Data Center yang baik setidaknya telah dilengkapi dengan Dynamic Rotary UPS (DRUPS), sehingga suplai listrik masih tetap berjalan saat listrik putus hingga genset mengambil alih fungsi listrik. Kemungkinan adanya jeda antara putusnya listrik dengan aktifnya genset dapat ditutup dengan sistem DRUPS. Lokasi data center pun menjadi perhatian penting bagi sebuah bisnis untuk kedepannya, sehingga setiap proses transaksi dan keberlangsungan bisnis tidak terganggu.
Menyewa data center lebih efektif dari segi biaya dan masalah pencurian data pun juga terjamin. Data center menjadi penting bagi suatu perusahaan karena sangat berkaitan dengan produktivitas, pendapatan, peluang, dan kepercayaan pelanggan.
Adapun kriteria dalam pemilihan data center yang tepat untuk bisnis Anda apabila perusahaan Anda ingin melakukan sewa data center untuk sistem IT perusahaan Anda:
  1. Selalu Tersedia

    Setiap perusahaan selalu mengharapkan agar bisnisnya selalu beroperasi setiap saat, kapanpun dan dimanapun. Terlebih lagi pada perusahaan yang bergerak dalam sebuah bisnis online atau e-commerce. Untuk itu, ketersediaan data center sebagai pusat penyimpanan data maupun transaksi sangat diperlukan untuk memenuhi bisnis perusahaan agar tidak terjadi kerugian. Pilihlah data center yang telah memiliki sertifikasi baik TIER III ataupun TIER IV yang memiliki lebih dari satu jalur listrik untuk sebagai pengganti jalur utama apabila terjadi permasalahan
  2. Letak Data Center

    Hal yang perlu di pikirkan dan tidak bisa dilewatkan adalah letak data center. Data center yang baik pada umumnya haruslah memiliki kriteria seperti berada diluar jalur gempa bumi dan tsunamitidak berada pada wilayah rawan banjirbiasanya dibangun diatas permukaan setinggi lebih dari 2 meterjauh dari jalur penerbangan pesawat, mudah di akses, dan sesuai dengan peraturan pemerintah bahwa tempat tersebut dapat dijadikan lokasi data center
  3. Keamanan

    Data center yang baik harus memiliki sistem pengamanan yang baik, mulai dari segi infrastruktur, akses karyawan, maupun akses pengunjung. Sistem pengamanan gedung biasanya menggunakan sensor biometrik mulai dari masuk lift sampai ke ruangan data center dan demikian pula pengamanan secara software dan perangkat jaringan yang ada pada data center tersebut, karena sebuah data center menyimpan banyak data dan sistem aplikasi untuk melayani jutaan orang sehingga point ini harus diperhatikan agar setiap data bisnis Anda tetap terjaga

Dari kriteria diatas, Anda sudah dapat menentukan data center yang tepat untuk bisnis Anda. Ada banyak penyedia data center di Indonesia terutama di Jakarta yang telah memiliki kriteria diatas.

sumber: https://www.cloudmatika.co.id/2018/05/30/pemilihan-data-center-yang-tepat-untuk-bisnis-anda/

BATAM MAKING ITS DIGITAL MARK ON THE INDONESIAN DIGITAL ECONOMY

BATAM MAKING ITS DIGITAL MARK ON THE INDONESIAN DIGITAL ECONOMY

DC1st is launching their first planned DC campus in ASEAN that would support the deployment of 2 to 4 DCs under their brand name of Nexus Datacenter Indonesia. It is designed as a Multi-Tier DC campus with technologies that enhance its efficiency, physical security and resiliency. Ideally located in the newly launched multimillion-dollar Nongsa Digital Park, Nexus Datacenter Indonesia will be the physical manifestation of the proposed digital bridge that connects the digital economy of Indonesia to the world working in collaboration with Jakarta today.
 
Find out more about the digital projects going on in Indonesia. A soft launch of Nexus Datacenter Indonesia will be held at W.Media’s Indonesia Convention: Cloud & Datacenter in Jakarta. Do not miss out on the international speakers and local industry veterans who will be speaking at the convention. They will highlight the important aspects of digital transformation, cloud computing, Disaster Recovery Plans (DRP) and data centers that all professionals must know.
INDONESIA CONVENTION: CLOUD & DATACENTERS

Your registration is well received. Please save the date in your calendar.

DATE:             Wednesday, 5 September 2018
TIME:              8.00 am to 5.00 pm
VENUE:          Grand Ballroom 1 & 2A, Fairmont Hotel, Jakarta
AGENDA:       https://w.media/cdc-id-2018/agenda/

RECOMMEND YOUR INDUSTRY FRIENDS & COLLEAGUES

1. They can request for a Sponsored Convention Pass @ S$0 via this link
2. Alternatively they can email partner@w.media for our Convention Concierge Team to assist

*An all-inclusive event for Telco and Data Center Operators, Hyperscale, Webscale, Enterprise and Government End Users, Consulting Engineers, and System Integrators
OVER 30 INDUSTRY EXPERT SPEAKERS
JOIN 300 SENIOR IT PROFESSIONALS
Bukalapak, Tokio Marine Life Insurance Indonesia,Ganawas Indonesia, Howden Insurance Brokers Indonesia, NetGain Systems, Mitra Solusi Telematika, Tekno Logika Utama, Nusan Pharmaceuthical, Agung Sedayu Group, LIFULL Media Indonesia, PERUM LKBN ANTARA, RS.UKI, Astra Tol Nusantara, Orbitaldis, AKATELKOM, Talisman Sakakemang, Indonesian Agency for Creative Economy, Senayan Trikarya Sempana, KSORKA Group, Donggi-Senoro, PRATESIS, United Transworld Trading, Infotech Solutions, Citibank N.A, Sekolah Santa Laurensia,  Bank Commonwealth Indonesia, BATAN,  Offshore Works Indonesia, PWC Indonesia, Dunia Tehnik, DOKU, INDAH KIAT PULP & PAPER, Arutmin indonesia, CIMB Niaga, IBM Indonesia, JakPRO Cyber ID, Bank Indonesia, Santa Laurensia School, Graha Teknologi Nusantara, Bank HSBC Indonesia, Jakarta Propertindo, Traveloka, Packet Systems Indonesia, Amerta Indah Otsuka,  PRADATA INTEGRA MEDIA, Astra International, Commonwealth Bank Indonesia, Packet Systems Indonesia, IBM Indonesia, Indo Internet, Lintasarta, CITILINK INDONESIA, Telkomsigma, NEC Indonesia, SAM-Group Holding Company, PT Bank Maybank Syariah Indonesia, Lion Super Indo, OCBC NISP, Kementrian Pertahanan RI, and many more!

Friday, August 24, 2018

The digital transformation pyramid

The Future of Mobility in #Smartcity

Top 12 Interesting Careers to explore in big data

Content marketing statistics

Thursday, August 23, 2018

Enter a growth hackers crazy mind

Digital Marketing Strategy for your startup

A hybrid #cloud approach

Marketing Attribution in advertising

Protect your self from hackers

Do and Dont of Social Media for Business

Usaha anda perlu beragam #media

Keuntungan Sosial Media untuk Usaha Kecil

7 steps to building comprehensive #digital strategy

Wednesday, August 22, 2018

Drivers of digital transformation

We need these skills in 2020

Tuesday, August 21, 2018

Bagaimana 5G Akan pengaruhi #smartcity

#AI is every where

Ready for digital future ?

How to succeed in a #startup

Monday, August 20, 2018

Jaga keamanan data di harddisk portable anda dengan PIN

Menurut sebagian orang, menyalin data ke media yang berbeda, seperti portable harddisk akan membuat data anda aman.

Mungkin dalam pengertian anda memiliki backup memang tepat, tapi aman belum tentu. Portable harddisk dengan mudah di akses dan dicopy oleh orang lain tanpa sepengetahuan kita. 

Bagaimana membuatnya lebih aman? Gunakan harddisk portable dengan PIN. Ya produk ini sudah ada di Indonesia, dan digunakan oleh banyak orang yang tidak ingin harddisk portable nya diakses dengan mudah, mereka gunakan PIN. Keamanan terjaga karena ada interaksi fisik dengan PIN. Meskipun anda punya aplikasi yang bisa membuat akses tertentu ke harddisk portable, dengan cara ini jauh lebih cepat dan aman. Tidak perlu install aplikasi tertentu lebih dahulu. Cukup attach usb ke komputer atau laptop Win / Mac anda, dan masukkan PIN yang telah anda set, dan data bisa diakses. 

Mudah khan.

Kontak kami bila ingin tahu lebih banyak tentang produk ini.


Fanky Christian
IT Infrastructure Specialist
Smartcityindo.com
StartSmeUp.Id

Chairman DPD DKI APTIKNAS
Vice Chairman ASISINDO
Secretary ACCI