5 CAREER ADVICES FOR MILLENIALS

5 CAREER ADVICES FOR MILLENIALS

Sebut Nama mereka Elis, Dion, RAma, Sinta dan Andy . Mereka adalah para millennial generation yang saat ini memasuki dunia kerja, dan beberapa tahun lagi akan mendominasi market of talents di Indonesia. Mereka ini cerdas, cepat dan (digitally) connected. Perusahaan , organisasi dan boss yang smart akan mengerti potensi mereka , memahami karakter mereka dan menggunakan potensi dan talenta mereka untuk kemajuan bisnis.

Sayangnya kadang-kadang di beberapa perusahaan lain di Indonesia, banyak yang tidak mengerti mereka. Generasi leader yang jadul selalu membandingkan mereka dengan generasi mereka sebelumnya. Menganggap mereka tidak sopan, tidak loyal, tidak focus dan judgement negative yang lain.
Para millennial ini kecewa banget,
frustasi, bahkan marah dengan judgement yang mereka terima.

Hari ini saya makan siang bersama mereka di daerah Rasuna Said.
Kami  ngobrol santai sambil ditemani oleh tuna sandwich dan strawberry milshake (ya iyalah, mereka kan Millennial, memangnya mau makan apa? Rawon dhengkul?).
Anyway, mereka mulai mencurahkan isi hati mereka ...
Elis bilang,"Kok kayaknya semua menjudge bahwa saya terlalu straightforward dan tidak basa-basi. Padahal itu memang communication style dan personality saya"
Andy menyampaikan,"Saya gak setuju kalau dibilang kami gak loyal. Kalau perusahaannya keren dan kami suka,
pasti kami stay"
RAma curhat,"Mengaoa banyak yang bilang kami gak  bisa fokus pada satu hal, padahal kami memang terbiasa melakukan beberapa hal secara parallel"
Sinta sharing,"Saya gak suka kalau dibilang kami gak sabaran (impatience), kami memang sangat efisiem"
Dan akhirnya Dion  bilang,"Mengapa kami dibilang tidak sensitive ya?"

Mereka mewakili ribuan millennials yang merasa tidak diperlakukan dengan tidak fair. Padahal perusahaan, organisasi dan atasannya yang harus juga menyesuaikan diri!
Padahal banyak atasan yang suka ngomong,"Kalau saya dulu kan ...."
Hey, wake up! Jaman sudah berganti.
Stop saying,"Kalau dulu ...."
Start saying,"Sekarang jamannya memang begini, berarti saya juga harus menyesuaikan diri!"

Ingat , mereka itu cerdas, mereka itu cepat dan mereka itu (digitally) connected. Kalau anda gak bisa me-manage mereka dengan baik, mereka akan kabur dari tempat anda, pergi ke perusahaan lain atau bahkan pergi ke competitor anda.
This is not what you want.
So you have to spend time with them,
listen to them, understand them and help them to achieve their dreams.

Jadi apa yang bisa anda lakukan?
Apa yang bisa anda berikan ke millennials?
V:  Visi yang jelas dan membuat mereka bangga
O:   Opportunity untuk berkembang
I: Incentive yang competitive, baik financial maupun  non-financial
C:  Cool Boss yang mereka bisa ceritakan ke temen2nya
E:  environment yang positive dan akan membuat mereka berkembang
Voila, please listen to the "VOICE" of millenial (visi, opportunity, incentive,
cool boss dan environment).


Ok, sekarang saya juga ingin berdiskusi dengan para millennial.
You will rule the world. Tapi ada beberapa hal yang harus diperhatikan. Its ok to be straightforward, parallel and connected. Tetapi anda tetap harus bekerja keras untuk mencapai cita-cita anda. 

Jangan terbuai dengan yang bilang "work smart not hard". Saya bertemu dengan banyak CEO dalam karier saya, tidak ada yang tidak bekerja keras. They all work hard AND smart!!!

Nah, sekarang perhatikan (dan jalankan) lima rekomendasi di  bawah ini:

a) Don't settle for a job you're not passionate about. 

Kerjakan sesuatu yang anda benar benar suka, sampai anda tidak melihat bedanya antara bekerja, hobby dan main main.
When you're passionate about your job, you're excited, you work longer hours and end up accomplishing much more. Life is too short to settle for a career that you hate!

b) Think of your career as a series of experiences. 

Anda harus memikirkan karier sebagai sebuah perjalanan (journey) untuk membangun CV dan portfolio anda agar lebih menarik di masa depan. Jangan keburu-buru loncat atau pindah kerja karena sekedar pindah (atau sekedar karena gajinya lebih gedhe di tempat lain).
You need to collect experiences throughout your careers, whether that be with one, five employers or ten, with one business function or five or in one country or three. The idea is that you need to be a lifelong learner if you want to make an impact, succeed and feel accomplished. The experiences you have expand your world view, give you new perspectives and make you a more interesting person.

c) Take risks early and often in your career. 

Beranilah mengambil resiko dalam career anda.  No pain, no gain!
One of the important lessons this economy has taught us is that not taking risks is risky. There is so much out of our control and if we just keep doing what we did yesterday, we can't get ahead. By taking a risk, you are putting yourself in a position to learn, whether you succeed or fail. Since  we become an even more entrepreneurial society, those that take risks, both inside and outside of the corporate walls, will become more successful.

d) Spend more time with people than with your gadget or laptop

Saya mengerti, kalau saya menyuruh millennial untuk tidak melihat gadgetnya selama 2 jam, maka akan ada yang epilepsi, diare, dan matanya berkunang kunang.
Saya mengerti bahwa anda digitally connected dan perlu terus menerus melihat gadget anda, dan kebutuhan anda pada wifie sudah lebih urgent daripada kebutuhan makan dan minum.
But ....and but ....
Agar anda sukses dalam karier anda, hal yang juga sangat penting adalah team work dan leadership skills anda. Di situlah anda harus sering  berinteraksi dengan manusia lain untuk mengasah skills tersebut.

Soft skills will always become more cherished in companies so it's important to (sometimes) drop your technology and actually communicate with people. People hire you, not technology and you have to remember that!

e) Travel as much as you can, while learning about cultures and languages. 

Dunia adalah sebuah buku, dan negara adalah halaman di buku itu. Berapa halaman yang pernah anda baca? Berapa negara yang anda pernah kunjungi? We live in a global marketplace now and companies are looking to expand and hire the best talent, regardless of location. The more you travel and experience the world, the better you will be at serving this marketplace and taking advantage of it. Furthermore, if you're learning new languages, you are ahead of the curve. It's hard for companies to find workers who are fluent in languages so if that's you, you become more marketable.

Jadi ingat ya, lima hal yang akan mampu mem-boost career anda:

a) Don't settle for a job you're not passionate about. 
b) Think of your career as a series of experiences. 
c) Take risks early and often in your career. 
d) Spend more time with people than with your gadget or laptop
e) Travel as much as you can, while learning about cultures and languages. 


Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
IT Infrastructure Specialist
Smartcityindo.com
StartSmeUp.Id

Chairman DPD DKI APTIKNAS
Vice Chairman ASISINDO
Secretary ACCI