Sunday, October 06, 2019

WHAT IS YOUR PURPOSE?

WHAT IS YOUR PURPOSE?

Hari itu adalah Sabtu pagi yang cerah, 50 leader sebuah perusahaan berkumpul bersama untuk membahas planning dan budget tahun depan. Sebelum acara dimulai, MC dan fasilitator nya mengajak mereka untuk melakukan morning activity dengan goal untuk "Saling mengenal satu dengan yang lain". 

Seluruh peserta dibagi menjadi 4 team. Di setiap team, mereka harus saling menghafalkan nama dan hobby semua peserta yang lain. (Kadang-kadang di setiap perusahaan mereka hanya mengenal nama dan jabatannya saja, padahal kita perlu membangun relationship yang lebih bagus).

Kemudian mereka diberi satu bola. Nanti mereka harus melemparkan bola dari satu orang ke orang lain. Yang melemparkan harus menyebutkan nama penerima bola dan hobbynya. Mereka harus melakukan itu hingga bola mampir di tangan setiap peserta, tanpa pernah jatuh.  Waktu mereka menyelesaikan akan diukur (kalau bola jatuh kembali ke orang pertama dan counter jalan terus, kalau ada yang lupa hobby-nya maka bola kembali juga ke orang pertama). Waktu akan diukur dan Pemenang akan diumumkan di akhir permainan.


Kemudian permainan dimulai, dan mulailah mereka merancang strategi untuk belomba-lomba untuk secepat-cepatnya mereka menyelesaikan permainan (lempar-lemparan bola).

Team pertama menyelesaikan dalam waktu 21 detik, team kedua 18 detik, team ketiga 13 detik, dan team keempat 17 detik.
Dan waktu fasilitatornya bertanya,"Siapa pemenangnya?"
Team ketiga yakin dan percaya diri banget dan bilang,"Kami menang, kan kami berhasil menyelasaikan dengan waktu tercepat, 13 detik!"

Dan mungkin pembaca juga berpendapat bahwa Team ketiga yang menang.  Padahal fasilitatornya tidak pernah bilang bahwa pemenangnya yang paling cepat. Coba baca ulang di atas, dan lihat lagi, apakah Objective -nya? "Saling mengenal satu dengan yang lain!"
Get to know each-other! Berarti juaranya adalah team yang semua anggotanya hafal nama dan hobby teman-teman yang lain. Berarti dari data di atas kita belum tahu siapa pemenangnya.

Apa yang terjadi di sini? Banyak sekali yang melupakan "purpose" nya, banyak perusahaan melupakan "purpose" nya, banyak yang lupa "apa tujuan sebenarnya yang ingin mereka capai, sebenarnya"

Ada yang ter "distruct" (atau terganggu) dengan pengukuran, kompetisi, dan kondisi pasar dan mengalihkan focus dan perhatian.
Padahal setiap orang, setiap organisasi dan setiap perusahaan, harus selalu mengingat the "purpose" of organization, the vision and the key objectives yang ingin mereka capai.

Misalnya ada sebuah perusahaan yang purpose nya adalah "Memberikan pelayanan pelanggan yang andal dan peduli", mereka tetap harus mencapai objective nya dengan tetap "Memberikan pelayanan pelanggan yang andal dan peduli".
Tentu saja kompetisi berganti, tentu saja perilaku pelanggan berganti, tentu saja regulasi berganti, tetapi jangan pernah melupakan "purpose" dan identity kita.

Istilahnya adalah "START WITH WHY", then define the "how, and finally decide on "WHAT" to do.
Konsep "start with why" itu adalah konsep Yang sering dibawakan oleh Simon Sinek (konsultan dan speaker ternama dari Inggris).

Simon menyampaikan bahwa dalam business, you always need to start with why, what is the real purpose of the business, sebelum mereka memikirkan how and whatnya.

Banyak sekali perusahaan yang memulai bisnis plannya dengan menanyakan what (they want to achieve) , then how to do it. And a lot of companies dont even understand why they do things.
Akibatnya mereka seperti tidak punya purpose (why they do things), sehingga customer pun akan merasakan hal itu.


Find your purpose , start with why and only after that, you can continue by asking how and what.
Inilah mengapa hanya sedikit perusahaan yang sukses, karena ...
- semua perusahaan tahu WHAT they have to do
- sebagian perusahaan itu tahu HOW they do things
- tetapi hanya sedikit sekali perusahaan yang mengerti WHY they do things

Dan ternyata itu penyebab yang sama kenapa sebagian orang sukses dan sebagian tidak. Because orang orang yang sukses really understand the purpose of their life (bukan hanya sekedar mencari uang dan jabatan!)

Jadi bagaimana kita menerapkannya ....?
Langkah langkah di bawah ini bisa diterapkan di bisnis kita, karier kita, kehidupan pribadi kita dan juga saat membantu anak anak kita mempersiapkan masa depan mereka

a) WHY: Understand the real purpose, why you want to do things and why you want to achieve something
Pertama yang harus dibahas adalah apa sih yang sebenarnya kita cari, dan apa yang ingin kita capai dalam hidup ini atau dalam bisnis ini (bagi perusahaan)

b) Define HOW you will get there

Kemudian kita tentukan bagaimana kita mencapainya. Di sini kita membahas nilai nilai atau values , apa yang boleh kita lakukan dan apa yang tidak. Nilai nilai moral dan budaya apa yang harus kita pertahankan sehingga kita tidak melanggarnya di masa sulit sekalipun (both in business and personal life).

c) Decide WHAT are the actions that you will do

Setelah itu barulah mulai memperjelas
- apa yang ingin dicapai
- aktivitas yang harus dilakukan

d) Set up the parameters to measure the success (how does the success looks like)

Di bagian ini kita menentukan parameter pengukuran untuk mengetahui apakah kita sukses atau tidak. Dan juga untuk mengukur, in the middle of the journey, how close we are to our destination.

e)  Implement the actions, work hard to achieve your goals
Ingat, understanding ghe purpose of your life is not a replacement of the hardwork.
It will just make your work guided to the right direction.
Berarti anda masih harus bekerja keras, sekeras kerasnya, much harder than anyone else, to achieve your goals.
But by understanding the WHY, you will be strongly motivated to achieve your dream.
Remember, always start with why, then How and finally The What ...
- Clarify your WHY
- Discipline on HOW you do things
- and be Consistent on WHAT you have to do to achieve your goal

Salam hangat

Pambudi Sunarsihanto