Data Center is our focus

We help to build, access and manage your datacenter and server rooms

Structure Cabling

We help structure your cabling, Fiber Optic, UTP, STP and Electrical.

Get ready to the #Cloud

Start your Hyper Converged Infrastructure.

Monitor your infrastructures

Monitor your hardware, software, network (ITOM), maintain your ITSM service .

Our Great People

Great team to support happy customers.

Friday, April 05, 2019

The decision frame and out of box thinking

Heat map of key IoT opportunities varies by industry and application

IoT in organizations

Thursday, April 04, 2019

To accelerate innovation , think big and start small

Monday, April 01, 2019

THE MAIN PURPOSE OF THE BUSINESS IS NOT TO MAKE MONEY

THE MAIN PURPOSE OF THE BUSINESS IS NOT TO MAKE MONEY

(Ternyata tujuan utama bisnis itu bukan untuk menghasilkan uang)

Hari itu saya sempat Fitness di Jatomi (Kuningan City) pagi pagi. Dan ternyata di sana saya bertemu seorang teman yang sudah lama tak berjumpa. Sebut saja namanya Herman.
Jadilah kami akhirnya breakfast dan catch-up di Starbuck di bawahnya.
Ternyata cerita Herman menarik untuk dibahas....

Tadinya Herman bekerja sebuah perusahaan manufacturing lokal di sini.
Pada mulanya perusahaannya berjalan dengan cukup efisien dan cukup menguntungkan.
Kemudian datanglah investor asing yang membeli perusahaan itu.
Dan mulailah pembenahan-pembenahan dilakukan.
Seperti biasa yang dilakukan adalah :
1. Cost efficiency
2. Restructuring (pengurangan jumlah layer manajemen),
3. Product simplification (product locak dihentikan, product global difokuskan).
Sekilas tidak ada yang salah dengan program program itu.
Wajar, siapa sih yang tidak ingin lebih efisien.
Makanya program program itu pun mendapatkan full endorsement dari stakeholders.
Dan mulailah program program itu dijalankan.
Ternyata 9 bulan kemudian hasilnya adalah ....
- customer mulai meninggalkan product mereka
- revenue dan profit turun
- karyawan mengalami demotivasi, banyak yang gerah dan keluar, termasuk Board of Directors nya sendiri....
Bahkan Herman pun tidak tahan dan akhirnya keluar.
Dan lama lama perusahaan itu sekarang ... hidup segan mati tak hendak.
Masih beroperasi sih, tapi volume turun, revenue turun, profit turun, dan terutama jumlah loyal customer terjun bebas.
Sekarang investor asing itu sedang mencari investor lain yang ingin membeli perusahaan tersebut.

What a tragic story...
Investasi yang seharusnya membawa profit karena prospek yang menjanjikan, ternyata yang terjadi adalah sebaliknya.

What's wrong?

Kita analisa yuk ....

Pertama kita lihat bahwa bisnisnya pada awalnya cukup baik.
Jadi kalau business transformasi bisa dilaksanakan dengan baik, mestinya hasil akhirnya akan melahirkan performance business yang lebih baik lagi.
Tapi kita lihat dulu, apa yang mereka lakukan pada saat melakukan perubahan ...
1. Cost Efficiency
2. Restructuring
3. Poduct simplifition

Padahal Michael Porter bilang,"The main purpose of the business is not (only) to make money. The main purpose of the business is to create customers "

Dan kalau kita lihat 3 agenda perubahan di atas (cost, organization, product), kok gak ada agenda tentang customer?
Kok gak ada agenda tentang people (employee)?
Pantes aja employee gak happy. Pantes aja customer kabur....

You get the result of what you do.
You take care of your cost efficiency, your cost will be very efficient.
You take care of your structure, your structure will be very good.
You don't take care of your customer, don't complain if (somebody else take care of them) and they will run away.
You don't take care of your employees, don't complain if they are not happy and they run away.

That's what happen when the business think short term and they only focus on creating profit.

Padahal seperti dibilang Michael Porter... The purpose of the business is not (only) to create profit. The purpose of the business is to create (loyal) customers.

Jadi seharusnya profit bukan hal yang pertama yang difokuskan. Focus first on the customers ... then pofit will come.
Dan untuk focus ke customer ternyata management harus focus ke employee.
Hapy employe will create happy customer, and then happy customer will.create happy company (high profit).
Jadi jangan pernah berpikir bisa mencapai high profit kalau anda tidak punya happy customer, dan jangan pernah berharap punya happy customer kalau anda tidak punya happy employee.

Jadi kembali ke perusahaan di mana Herman bekerja... apa yang harus dilakukan?

Kan everything has to start from the customer...
Jadi inilah yang mestinya dilakukan ...

a) CUSTOMER
Identify loyal customer mereka siapa, apa yang mereka mau, apa yang customer pengin dari product mereka?
Focus on them!
Set a strategy to make sure that you increase the number of your loyal customers.

b) PRODUCT
Product apa yang menjadi andalan? Product apa yang benar benar mampu "mengambil hati" customer mereka?
Keep that product.
You can always develop and try with new product.
But do not touch the product who bring the cash to you.
Set a strategy combining the "cash cow" product and the "new product" that you need to develop.

c) PEOPLE
Bagaimana membuat karyawan mereka agar semakin termotivasi, merasa memiliki, merasa terus menerus belajar dan berkembang bersama perusahaan?
Set a people strategy to make sure that your employee improve their engagement with the company.

d) EXECUTION DISCIPLINE
Nah... strategy sudah dibikin di atas kan? Dan sudah meliputi 3 aspek, Customer, Product and People.
Jadi sekarang anda harus lead seluruh perusahaan untuk mengimplementasikan dengan disipline.
Dalam arti disipline berarti juga memaksimalkan profit .
Jadi ingat pada akhirnya bisnis pun harus menghasilkan profit. Semaksimal mungkin. Tapi jangan terobsesi dengan profit dan mengesampingkan hal yang lain (customer, product, profit).
Nah... tetapi setelah anda take care of of your customer and product, you need to have the discipline to generate maximum profit (by maximizing the revenue and mininizing the the cost).

e) CONTINUOUS LEARNING

Last but not least, no matter how good your product is, no matter how loyal your customers are, the time will change,  your product may not be relevant anymore, and your customer may not be loyal anymore.
Look at what happened to Sony Walkman, Kodak and Nokia.
So as a company, you will need to continuously observe the trend, watch and learn from the customer behavior and the market.
Based on your learning, you may need to adjust your strategy and adapt to the change that may happen.

Jadi... secara ringkas, ternyata kuncinya kesuksesan bisnis itu adalah dengan tidak terobsesi dengan profit dan uang pada jangka pendek.
Kalau anda benar benar mengurusi customer anda, product anda dan karyawan-karyawan anda, ternyata long term profit akan datang dengan sendirinya.

Salam Hangat, 

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
IT Infrastructure Specialist
Smartcityindo.com
StartSmeUp.Id

Chairman DPD DKI APTIKNAS
Vice Chairman ASISINDO
Secretary ACCI

Sunday, March 31, 2019

Dynamic Learning