Di akhir tahun 2025, ada hal menarik yang muncul secara global, yaitu kebutuhan memory (RAM) yang tinggi. Dan ini karena kebutuhan infrastruktur AI, sehingga membuat market laptop Dan desktop terganggu. Oleh Karena jangan heran, kalau nanti harga desktop Dan laptop akan mahal.
Kebutuhan RAM yang makin tinggi di market desktop & laptop adalah tren yang tidak bisa dihindari, terutama karena AI, browser modern, virtualisasi ringan, dan software enterprise makin “rakus memori”.
Bagaimana cara menyikapinya ? Ini perlu strategis, bukan sekadar tambah RAM.
Kebetulan market kami adalah di enterprise, SMB, edukasi, government, maka berikut adalah langkah-langkah yang bisa dilakukan.
Pahami Akar Masalah: Kenapa RAM Jadi Boros?
Apa Penyebab utama Dari RAM menjadi semakin boros ? Berikut penyebabnya..
- Browser modern (Chrome/Edge) → 1 tab bisa 300–800 MB
- Aplikasi kolaborasi (Teams, Zoom, Slack)
- AI lokal (OCR, chatbot, image tools)
- Virtual machine / container (Docker, WSL)
- OS makin “preload” demi respons cepat
Maka sekarang RAM 8 GB = batas minimum, bukan ideal lagi, namun minimal RAM 16 GB = new sweet spot (2025–2028), sedangkan untuk RAM 32 GB = produktivitas power user
Segmentasi Kebutuhan RAM (Jangan One-Size-Fits-All)
Dalam setiap kami pengadaan di customer, kami selalu bertanya, untuk apa kebutuhan tiap harinya . Segmen User RAM Ideal untuk penggunaan berikut :
- Office basic 8–12 GB Email,
- ERP web, accounting , Knowledge worker 16 GB Browser berat,
- multitasking IT / Engineer 32 GB VM,
- Docker, DevOps AI / Data / Design 32–64 GB AI inference, rendering
Dimana Kesalahan umum bagian pembelian ? Mereka hanya konsentrasi beli laptop murah, Dan ini umumnya adalah RAM 8 GB soldered. Akibatnya tidak bisa diupgrade selama 2 tahun, kecuali membeli unit baru yang mungkin jauh lebih mahal.
Strategi Hardware Cerdas (Bukan Mahal)
Prioritaskan Upgradeable RAM
- Hindari RAM soldered-only, terutama untuk laptop.
- Edukasi buyer: 1 slot kosong = umur device +3 tahun
Dual Channel > Kapasitas Tunggal
- 2×8 GB lebih cepat dari 1×16 GB
- Penting untuk iGPU & AI ringan
Kombinasi RAM + NVMe yang Benar
- NVMe Gen 3/4 membantu swap
- Tapi swap tidak sama dengan solusi RAM kurang
Strategi Software & OS (Sering Dilupakan)
OS & Konfigurasi
- Untuk pengguna Windows, Kita bisa lakukan disable background bloat. Terutama untuk laptop.
- Untuk penggunaan desktop ringan, gunakan Linux (Mint, Ubuntu Lite) untuk sekolah & lab
- Dan Gunakan RAM compression (aktifkan default OS)
- Bila ingin menggunakan existing laptop atau desktop jadul, bisa pertimbangkan penggunaan OS ringan , seperti Linux Mint, Ubuntu atau bahkan ChromeFlex. Ini semua GRATIS.
Aplikasi
- Browser tab management policy
- Gunakan PWA dibanding native app berat
- AI inference offload ke server bila memungkinkan
Model Bisnis & Penawaran
RAM sebagai Value Proposition
Bukan sekadar spesifikasi, tapi: “Laptop siap kerja 5 tahun” . Jadi kalau membeli dengan kebutuhan RAM yang tepat, maka hardware bisa digunakan hingga 5 tahun.
Bundling Cerdas
- Laptop + RAM upgrade - ini yang sering Kita jumpai, tapi tidak melulu di e-marketplace, maka lebih efektif Datang ke toko computer untuk bisa mendapatkan hal ini.
- Desktop + lifecycle upgrade plan. Umumnya digunakan pendekatan ini dalam pekerjaan managed service.
- Device + managed endpoint service juga dimungkinkan.
Edukasi Market juga memegang peranan penting
Konten yang sangat laku:
- “Kenapa laptop 8 GB terasa lambat?”
- “RAM vs SSD: mana lebih penting?”
- “Laptop AI-ready itu apa?”
Strategi untuk Enterprise & Government
- Standarisasi minimum 16 GB
- Endpoint monitoring (RAM usage real-time)
- Lifecycle policy: upgrade RAM > ganti device
- AI tools → centralized inference, bukan di laptop
Oleh Karena itu solusi seperti VCLOUDPOINT ZERO CLIENT juga bisa menjadi pertimbangan karena semua terpusat di server. Terutama untuk perkantoran pabrik. 1 Server bisa digunakan untuk up to 50 end point customer, sehingga sangat efisien. Cukup upgrade di sisi server Pusat.
Atau juga menggunakan solusi seperti TSPLUS untuk remote desktop / remote access, sehingga dengan Kemampuan desktop / laptop yang ada sekarang, cukup membuka browser semua bisa dilakukan dengan mudah, Dan murah tentunya. Cukup upgrade di sisi server Pusat bila diperlukan, sesuai kapasitas user yang akan mengakses.
Outlook 2026–2030
Tahun Tren 2025, kebutuhan RAM 16 GB akan menjadi standar baru. Dan di tahun 2026, semua bicara AI lokal butuh yang membutuhkan RAM 24–32 GB. Dan di tahun 2027, kebutuhan RAM soldered mulai ditinggalkan , sedangkan market enterprise di tahun 2028 akan mengarah ke Hybrid local + AI server
Apa yang bisa kita lakukan ?
RAM tinggi bukan pemborosan, tapi investasi produktivitas , tapi tentu pastikan dulu kebutuhan penggunaan user untuk apa. Jangan memberikan laptop RAM 32GB hanya untuk kegiatan office. Jadi memang masalahnya bukan “RAM mahal”, tapi salah beli sejak awal. Maka nanti Pemenang pasar adalah yang:
- Edukatif, menginformasikan sesuai kebutuhan, bahkan solusi bundling, upgrade RAM.
- Lifecycle-oriented akan lebih sesuai.
- AI-ready (bukan gimmick)
Anda termasuk yang mana ? Membeli sesuai kebutuhan, maka pastikan jangan RAM yang soldered bila ingin upgrade.
