Data Center is our focus

We help to build, access and manage your datacenter and server rooms

Structure Cabling

We help structure your cabling, Fiber Optic, UTP, STP and Electrical.

Get ready to the #Cloud

Start your Hyper Converged Infrastructure.

Monitor your infrastructures

Monitor your hardware, software, network (ITOM), maintain your ITSM service .

Our Great People

Great team to support happy customers.

Friday, July 13, 2007

Tips Merawat Laptop

DISADARI atau tidak, sebagian besar di antara kita punya perilaku buruk dalam hal kepemilikan benda atau barang. Apa itu? Lalai dalam hal perawatan. Seringnya kita hanya menggunakan barang tersebut, namun malas untuk menelusuri bagaimana seharusnya barang itu dirawat atau dipelihara. Alasannya macam-macam, mulai dari merasa tidak punya waktu, dasarnya memang malas, atau karena kurangnya pengetahuan secara lengkap tentang perlunya perawatan. Tak terkecuali terhadap laptop.

Jika memang demikian, lantas apa dan bagaimana seharusnya kita memperlakukan laptop agar senantiasa tetap dalam kondisi top? Berikut ini ada beberapa tips, yang harus dan jangan dilakukan atau setidaknya dihindari para pengguna laptop agar kinerja laptop tetap sempurna meski telah lama digunakan.

Perhatikan kondisi suhu

Laptop atau notebook tersusun dari aneka komponen elektronik yang kinerjanya dipengaruhi oleh suhu. Di antaranya, suhu yang terlalu ekstrem, misalnya terlalu panas atau terlalu dingin, bisa mengganggu kinerja atau bahkan merusak laptop. Oleh karena itu, hindarkan kebiasaan meninggalkan laptop di dalam mobil yang diparkir di bawah terik sinar Matahari. Hindari pula laptop berada di bawah sorot langsung sinar Matahari. Umumnya para produsen merekomendasikan suhu antara 5 - 35 derajat Celcius. Sementara itu, untuk ketinggian laptop direkomendasikan bekerja pada ketinggian di bawah 2.500 meter di atas permukaan laut.

Menyimpan laptop

Bila Anda akan menyimpan laptop dalam waktu lama (satu minggu lebih), sebaiknya lepaskan baterai dan simpan dalam tempat yang sejuk dan kering, serta bersirkulasi udara cukup baik. Taruh silikon gel untuk menghindari jamur. Begitu ingin menggunakannya kembali, setrum atau isi baterai dengan cara mengisi dan mengosongkan sepenuhnya sebanyak tiga kali berturut-turut.

Hindari medan magnet

Untuk melindungi data yang ada di dalam harddisk, jangan letakkan peranti yang mengandung medan magnet/elektromagnet kuat di sekitar laptop. Peranti-peranti penghasil medan magnet, misalnya speaker yang tidak berpelindung (unshielded speaker system) atau telefon selular. Seandainya Anda ingin mengakses internet menggunakan fasilitas inframerah pada ponsel, letakkan ponsel dalam jarak sekitar 15 cm dari laptop.

Mematikan dengan benar

Jangan pernah mematikan laptop saat lampu indikator harddisk masih berkedip-kedip. Kondisi ini menunjukkan hard disk masih aktif. Hilangnya daya secara tiba-tiba (misalnya saat laptop dimatikan) bisa mengakibatkan kerusakan data atau gangguan kinerja pada hard disk. Pastikan lampu indikator harddisk telah mati sebelum Anda men-shutdown laptop.

Tancapkan ke ¡stabilizer¢ listrik

Jika Anda sedang bekerja di laptop dengan menggunakan listrik (tanpa baterai), maka sebaiknya gunakan stabilizer yang bisa mencegah terjadinya tegangan listrik yang tidak stabil ke laptop Anda.

Hindari permukaan terlalu empuk

Jangan letakkan laptop ketika menyala di tempat dengan permukaan yang terlalu empuk seperti sofa atau kasur, sehingga laptop menjadi terlihat agak tenggelam. Hal ini sangat berbahaya, karena dapat menghambat keluarnya panas dari dalam laptop serta menjadikan laptop kepanasan.

Engsel monitor

Kalau diperhatikan dengan seksama, di dalam lipatan antara CPU dan monitor LCD terdapat engsel yang memungkinkan kedua komponen itu dikatupkan satu sama lain. Perlu disadari bahwa beban terberat dalam suatu laptop adalah pada bagian engsel tersebut. Oleh karena itu, jangan memberikan hentakan pada saat membuka monitor sewaktu mau mengaktifkan laptop. Demikian juga sebaliknya, jangan menutup monitor terlalu keras ketika selesai menggunakan komputer jinjing tersebut.

Jangan membongkar laptop.

Membongkar sendiri laptop atau bukan oleh ahlinya, merupakan tindakan yang sangat tidak bijaksana. Laptop tidaklah seperti radio atau tape recorder biasa. Banyak bagian-bagian yang sangat kecil yang dari pabriknya saja sudah dirakit dengan menggunakan presisi robot. Jika Anda ceroboh, maka laptop Anda bisa rusak parah. Bawalah selalu laptop yang rusak ke IT atau service center dari laptop Anda.

Perawatan program

Perawatan program semacam software aplikasi, memang tak kalah pentingnya dan hendaknya dilakukan seminggu atau sebulan sekali. Tujuannya, agar data tidak rusak atau hilang. Selain itu, agar tidak berhadapan dengan masalah program ketika kita tengah berada dalam perjalanan. Perawatan program tersebut meliputi hard drive, pasang antivirus, dan harddisk.

Ketika menjalankan program yang meninggalkan file temporary, hard drive pasti menerima file yang tidak diperlukan. Untuk itu, bersihkan hard drive dari file-file tersebut minimal satu bulan sekali agar laptop bisa bekerja lebih baik. Dianjurkan menggunakan program-program disc clean up yang juga sudah tersedia di sistem operasi seperti Windows.

Untuk perawatan pemasangan antivirus, bisa dilakukan dengan cara menginstal software antivirus pada laptop. Selalu perbarui data definisi virus untuk mengantisipasi virus terbaru. Hampir 90 persen lumpuhnya sebagian software aplikasi dan kerusakan data karena adanya virus. Dengan terpasangnya antivirus, maka data dalam laptop akan aman.

Untuk perawatan harddisk, sebulan sekali lakukan defrag terhadap harddisk. Tujuannya untuk menyusun kembali posisi file-file yang terpencar sehingga mempercepat sistem dalam mencari file. Kemudian gunakan scandisk untuk mengoreksi error yang ditemukan pada direktori dan File Allocation Table.

Usahakan pula membuat partisi harddisk lebih dari satu, misalnya dua atau tiga partisi. Hal ini berguna jika suatu saat, sistem operasi yang kita pakai mengalami error (rusak) yang biasanya tertampung dalam partisi C, maka dengan mudah tinggal memformat ulang sistem operasi tersebut, tanpa mengganggu keberadaan berbagai macam data yang biasanya tersimpan pada partisi lainnya, misalnya partisi D atau partisi E.

----------------------------------------------------------

Regards

Bambang Suhartono

HRGA & IT

Padang Karunia Group

Wisma Staco 7th Floor

Jl. Casablanca Kav. 18 - Jakarta 12870, Indonesia

Telp : (62-21) 8317111 - 2 Ext: 702

Fax : (62-21) 8311473

Mobile : 0813-11389438

Monday, July 09, 2007

AdventNet Achieves OPSEC Certification From Check Point For Its Firewall, VPN, and Proxy Server Log Analysis Software

AdventNet Achieves OPSEC Certification From Check Point For Its Firewall, VPN, and Proxy Server Log Analysis Software
Check Point Software Technologies Confers AdventNet™ ManageEngine™ Firewall Analyzer with OPSEC™ Certification; Interoperability with World's Leading Security Solutions Provider

PLEASANTON, California, May 30, 2007

AdventNet, Inc., today announced that its ManageEngine Firewall Analyzer has achieved OPSEC (Open Platform for Security) certification from Check Point Software Technologies Ltd. (NASDAQ: CHKP), the worldwide leader in securing the Internet. Through OPSEC certification, AdventNet’s ManageEngine Firewall Analyzer seamlessly integrates with Check Point's market-leading VPN-1® network security gateway.

AdventNet’s ManageEngine Firewall Analyzer software is an enterprise-class, vendor-neutral software for firewall, VPN, and proxy server log analysis. It will help network security administrators to track bandwidth usage, detect intrusions, audit traffic, detect anomalies through network behavioral analysis, and monitor website user access efficiently.

“Network Security Administrators and MSSPs are increasingly finding ManageEngine Firewall Analyzer to be an effective solution for centralized monitoring, analysis, and reporting for perimeter devices like firewalls, VPN, and proxy servers” said Ajay Kumar, Business Manager of AdventNet. “OPSEC certification validates our effort to offer a tighter integration with leading security solution providers like Check Point, which benefits our mutual customers by offering them enhanced monitoring, alerting, reporting, and archiving capabilities”

“Check Point congratulates AdventNet in completing the OPSEC certification and joining the OPSEC alliance,” said Poornima DeBolle, head of business development for Check Point Software Technologies. “The expansive network of OPSEC alliance partners is uniquely positioned to provide our joint customers with the industry’s best security infrastructure solutions.”
Availability and Pricing

ManageEngine Firewall Analyzer is available as download for both Windows and Linux installations. A 30- day unlimited, professional edition is available of evaluation.

For further information on pricing, licensing, and technical support visit: www.fwanalyzer.com
About AdventNet

Enabling Management Your Way™

Founded in 1996, AdventNet is a software company with a broad portfolio of elegantly designed, affordable products and web services. AdventNet offerings span a spectrum of vertical areas, including network & systems management (ManageEngine.com), security (SecureCentral.com), collaboration, CRM & office productivity applications (Zoho.com), database search and migration (SQLOne.com), and test automation tools (QEngine.com).

AdventNet and its global network of partners provide solutions to multiple market segments including: OEM’s, global enterprises, government, education, small and medium-sized businesses and to a growing base of management service providers. www.adventnet.com, www.zoho.com
About Check Point's OPSEC®

OPSEC (Open Platform for Security) is the industry's open, multi-vendor security framework. With over 350 partners, OPSEC guarantees customers the broadest choice of best-of-breed integrated applications and deployment platforms that support Check Point's Secure Virtual Network Architecture. Products that carry the OPSEC Certified seal have been tested to guarantee integration and interoperability. For the complete OPSEC alliance program information, including partner and product lists, the freely available OPSEC SDK (Software Development Kit) and evaluation versions of OPSEC Certified products, visit http://www.opsec.com.

Contact:
Gary Raj, Media Relations
AdventNet, Inc.
(925) 965-6272
gary@adventnet.com

Harga Co.id dan Net.id Dipatok Paling Mahal

Selasa , 26/06/2007 15:42 WIB
Harga Co.id dan Net.id Dipatok Paling Mahal
Ni Ketut Susrini - detikInet

Jakarta, Pengelola Nama Domain Internet Indonesia (Pandi) mengumumkan daftar harga domain .id. Dari daftar tersebut, domain .co.id dan .net.id dipatok paling mahal dibanding domain-domain .id lainnya.

Biaya pendaftaran dan perpanjangan per tahun untuk domain .co.id dan .net.id dipatok sebesar Rp 100 ribu. Biaya termurah adalah .web.id yang dipatok sebesar Rp 25 ribu untuk pendaftaran dan perpanjangan per tahunnya.

Biaya pendaftaran untuk domain .ac.id ditetapkan sebesar Rp 50 ribu, demikian halnya biaya perpanjangan per tahunnya. Harga yang sama ditetapkan untuk domain .sch.id, .go.id, .mil.id, serta .or.id.

Pandi mempublikasikan persyaratan serta biaya pendaftaran dan perpanjangan domain .id di situsnya., dan berlaku efektif mulai 1 Juli 2007.

Teddy Sukardi, Ketua Umum Pandi mengonfirmasikan bahwa harga tersebut adalah harga resmi yang dirilis Pandi untuk domain .id.

Saat jumpa pers beberapa waktu lalu, Teddy menjelaskan bahwa skema harga domain .id merepresentasikan adanya subsidi silang antara domain untuk institusi komersial dan non komersial. Pandi berharap, dengan strategi yang jitu, jumlah domain .id terdaftar bisa menembus angka 50 ribu hingga akhir 2007.

Komentar:
apakah masih ada yang mempertahankan jargon 'country' dgn mengharuskan menggunakan .id, dimana saat ini seolah hampir tiada batas untuk pemilihan nama website.

ini memang tidak mudah, tapi tidak semua perusahaan ngotot untuk menggunakan nama .id karena sempat kebingungan beberapa saat yang lalu, dan hampir juga tidak ada rasa nasionalisme yang tinggi di antara perusahaan Indonesia, utk menggunakan .id. Paling-paling dari sekolah dimana akan lebih kelihatan dgn menggunakan .ac.id. Lainnya? mungkin menyusul.

Ini yang menggelitik nasionalisme kita juga, pada saat globalisasi yang begitu marak, apakah kita masih sanggup utk menunjukkan identitas Indonesia, atau malah mulai menghilangkan dan membuat kabur ttg nasionalisme kita.

Berapa banyak website yang menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa utamanya? Ini juga menjadi pertimbangan sendiri. Tapi yang jelas, apabila pengakses website kita terutama adalah dari Indonesia, tentulah dapat menggunakan .id + bahasa Indonesia. Jangan menggunakan .id, tapi semuanya bahasa Inggris, dan tidak dapat dimengerti pula.