Data Center is our focus

We help to build, access and manage your datacenter and server rooms

Structure Cabling

We help structure your cabling, Fiber Optic, UTP, STP and Electrical.

Get ready to the #Cloud

Start your Hyper Converged Infrastructure.

Monitor your infrastructures

Monitor your hardware, software, network (ITOM), maintain your ITSM service .

Our Great People

Great team to support happy customers.

Friday, July 11, 2008

University Campus Network Monitoring using NetFlow Analyzer- A case study

The Client
A large University that is more than 150 years old based in United Kingdom. This University has more than 25,000 full time and part time students and more than 3,500 employees on its rolls.

The Challenge
The University had a campus wide WAN comprising of 26 Cisco routers and 12 Enterasys Routers. The Campus network was the principal medium of communication among its diverse community. If the institute's WAN went down for any significant time it had the potential of bringing the university system to a grinding halt. So they wanted to foolproof their network of any eventuality. The Network team identified the primary challenges that faced them in their daily operations and set forth their requirements.

The core requirements were identified to be:

  • Monitor the network traffic pattern within their firewalled perimeter on a daily basis
  • Identify any faults in the network rapidly
  • Forecast future network traffic requirements accurately - reducing cost associated with inaccurate bandwidth provisioning

The Solution
ManageEngine NetFlow Analyzer was deployed and NetFlow was enabled on all the 26 Cisco Routers and 12 Enterasys Routers. The NetFlow statistics exported from the equipments were exported to NetFlow Analyzer.

Benefits
ManageEngine NetFlow Analyzer allowed them to perform the following with ease:

  • Having a daily report on bandwidth consumption helped them stay abreast of the bandwidth usage details
  • Knowing what traffic is using what bandwidth on the network which led to reduced time to troubleshoot network down time
  • Having alarm generated upon threshold violations helped to fix any issue instantly
  • Calculating accurately the bandwidth requirements/provisioning they had to make for their enterprise

SMS Sumbang 15% Pendapatan Telkomsel

Achmad Rouzni Noor II - detikinet

Jakarta - Layanan pesan singkat (SMS) telah menyumbang 10%-15% pendapatan Telkomsel. Melihat potensi tersebut, sang operator seluler pun tergiur untuk terus menggenjot kontribusi pendapatannya dengan membidik pangsa pasar pelajar.

VP Marketing & CRM Telkomsel Hendri Mulya Sjam menilai pangsa pasar komunitas pelajar di seluruh sekolah yang tersebar di Indonesia kini berkisar 40-50 juta. Jumlah tersebut sangat potensial bagi Telkomsel untuk mempertahankan pendapatan perusahaan.

"Kami ingin merebut sedikitnya 10 juta pelajar dari komunitas sekolah agar ARPU (pendapatan dari rata-rata pelanggan) kami tetap stabil," ujarnya di sela peluncuran program pemasaran Kartu AS terbaru di Hotel Crowne Plaza, Jakarta, Senin (7/7/2008).

Telkomsel kini telah memiliki 53 juta pelanggan seluler, dimana 22 juta di antaranya merupakan pelanggan prabayar Kartu As. Kali ini operator tersebut ingin menggenjot pendapatan SMS dari pelanggan yang mayoritas berasal dari kalangan muda dan kelompok komunitas, termasuk pelajar.

Sunday, July 06, 2008

Prosedur Sweping Windows Bajakan

Berikut ini adalah prosedur yang perlu diketahui jika terjadi sweeping
mengenai Windows Bajakan :

"Pihak POLRI TIDAK BERHAK" Untuk mengambil komputer dari TKP kecuali
TERBUKTI TERLIBAT dalam tindakan kriminal (praduga Tak bersalah)".

Misalnya dipergunakan untuk membuat CD/DVD bajakan itu sendiri, menjual
software bajakan, mempubilkasikan secara umum ( bersifat komersial) seperti
isilagu/ringtone MP3, toko menjual barang ilegal ( hardware curian), credit
card fraud, dll.

Proses PEMBUKTIAN KETERLIBATAN seseorang dalam tindakan kriminal yang
menggunakan komputer membutuhkan waktu yang lama, termasuk melakukan
pengintaian. Jadi, apabila ada POLISI yang berani masuk ke dalam warnet dan
menyatakan harus menyita semua komputer yang ada berarti mereka adalah OKNUM
yang tidak bertanggungjawab. Semua ada proses/prosedurnya.

Mengenai pemakaian windows original, pernyataan di bawah ini diperoleh
langsung dari pihak Microsoft Indonesia dan juga melalui perwakilannya,
yaitu Magenta Sebagai tempat pendaftaran MSRA.

Pertama
Akan ada perwakilan dari pihak yang merasa berkepentingan ( misalnya
Microsoft ) yang lebih dikenal dengan sebutan SURVEYOR datang melakukan
SURVEY, BUKAN RAZIA/PENYITAAN !!!.

Mereka wajib menunjukkan Surat Perintah Kerja ( SPK ) yang berisikan detail
apa saja yang harus mereka kerjakan.

User BERHAK melakukan konfirmasi dengan cara menelphone pihak Microsoft
Indonesia atau Magenta tentang keberadaan surveyor di lapangan tersebut.

Kedua
Apabila surveyor mendapatkan penggunaan software bajakan, maka surveyor
tersebut BERHAK meminta surat pernyataan dari user yang WAJIB diisi data
sesuai dengan keadaan dilapangan oleh user.

Ketiga,
Pihak Microsoft/ Magenta akan mengirim surat penawaran untuk menyelesaikan
tindakan pelanggaran oleh user. Setelah user mengkonfirmasi tindakan yang
telah diambil apakah memutuskan untuk menggunakan Windows original atau
beralih ke solusi freeware seperti LINUX, pihak Microsoft/Magenta akan
mengirimkan kembali seorang Surveyor memastikan kebenaran di lapangan.

Keempat,
Apabila user tidak merespon penawaran dan atau setelah surveyor mendatangi
kembali masih mendapatkan pelanggaran, maka pihak Microsoft/Magenta akan
mengirimkan surat peringatan.

Kelima,
Apabila user tidak merespone surat peringatan, maka pihak Microsoft/Magenta
akan memperkarakan secara hukum dan menyerahkannya ke pihak POLRI.

Selanjutnya seperti proses hukum yang berlaku, POLRI akan mengirimkan surat
panggilan pertama, kedua, ketiga dan apabila tidak direspon baru akan
dilakukan penyitaan dan penyegelan tempat usaha.

Catatan
Diluar proses/prosedur di atas, User BERHAK mempertahankan kepemilikannya
atas harta benda yang dibeli secara legal dan sebagai pembeli dapat
memposisikan dirinya sebagai KORBAN.

Tidak bisa suatu merk memperkarakan merek lain, misalnya Microsoft
memperkarakan Biling Explorer bajakan atau Norton Anti Virus Bajakan (
Symantec ). Hal tersebut merupakan etika merek dagang terdaftar ( Registered
Trade Mark ) Internasional. Informasi ini dapat diperoleh melalui website
Microsoft atau apabila kita mencoba mengaktifasi/ update windows bajakan.

Sumber : Assosiasi Warnet Indonesia