Data Center is our focus

We help to build, access and manage your datacenter and server rooms

Structure Cabling

We help structure your cabling, Fiber Optic, UTP, STP and Electrical.

Get ready to the #Cloud

Start your Hyper Converged Infrastructure.

Monitor your infrastructures

Monitor your hardware, software, network (ITOM), maintain your ITSM service .

Our Great People

Great team to support happy customers.

Tuesday, January 12, 2010

Komitmen dan Dilematis

Sepertinya kedua kata tersebut tidak berhubungan secara langsung,
tetapi ternyata toh ada titik temu diantara keduanya. Pada saat kita
berkomitmen untuk melaksanakan apa yang kita inginkan, yang kita
target, ada saat dimana komitmen kita akan berbenturan dengan hal-hal
yang dilematis, hal yang bermasalah. Masalah memang erat dalam
kehidupan kita, seolah menjadi bayangan kita dimanapun, termasuk juga
dalam urusan berkomitmen.

Masalah-masalah yang beruntunan, bertautan dan seolah menjadi masalah
yang hampir permanen, akut, itulah yang kita golongkan dilematis. Dan
inilah yang umumnya membuat kita mulai goyah, kita mulai merasakan
tidak komit dengan komitmen-komitmen yang telah kita tetapkan.

Ambil contoh dalam hal berkomitmen kepada Sang Pencipta, seringkali
apa yang telah kita tetapkan kita juga yang melanggarnya.

Kemudian komitmen kita dalam kehidupan keluarga dan rumah tangga kita,
seringkali juga ini yang bertemu dengan masalah dilematis, masalah
yang pertamanya dianggap biasa kemudian didiamkan dan menjadi akut.
Komitmen yang digerogoti oleh dilema-dilema ini akan memperlemah kita.
Hal ini sangat saya rasakan, dimana kita harus komitmen terhadap
pasangan hidup kita, kepada anak-anak kita, tetapi di lain pihak kita
juga harus menjaga keseimbangan dengan keluarga besar kita, keluarga
dimana kita dilahirkan.

Komitmen berikutnya adalah komitmen di tempat kerja kita. Bagi kita
yang bekerja, ini tentu saja akan sangat mempengaruhi prestasi kerja
kita. Bagi kita yang berusaha dan berwiraswasta, komitmen sangatlah
penting. Tanpa komitmen, usaha tidak akan bisa berjalan baik.
Dilematis yang dihadapi tidak hanya berkaitan dengan apa yang kita
kerjakan, tetapi juga orang-orang disekitar kita.

Komitmen lainnya adalah komitmen dengan diri kita sendiri. Yang
pastinya tidak semua dari kita menyadari. Ada yang hidupnya tanpa
komitmen, tidak ada tujuan, tidak ada target, sehingga tidak ada yang
harus di-komit. Ada yang hidupnya penuh dengan komitmen, penuh dengan
target dan tujuan hidup. Tapi tetap saja, dilema dan permasalahan
datang menghampiri.

Ternyata ada satu hal menarik dibalik semua dilema dan permasalahan
yang kita hadapi. Dengan adanya dilema dan menjadi dilematis, maka
komitmen kita akan terus diuji. Komitmen kita akan terus diukur. Tanpa
adanya masalah, maka komitmen terasa tanpa makna. Dengan permasalahan
malah kita menjadi kuat. Ya, itulah sisi positifnya.

Sisi negatifnya tentu banyak juga, tetapi apabila kita menyadari
permasalahan dan dilema yang dihadapi tentu akan membuat lebih mudah
mengatasinya. Akhirnya, kita akan semakin kuat dan semakin kuat,
karena setiap saat kita diuji, ujian membuat kita semakin rajin, rajin
membuat kita semakin kuat.


Selamat berkomitmen dan mengatasi hal dilematis dalam hidup kita.

Sunday, January 10, 2010

Entrepreneur, Pemasaran dan Penjualan

Oleh: Betti Alisjahbana

QBHeadlines.Com - Bisnis kita sukses bila kita berhasil mendapatkan
penjualan dan menghasilkan keuntungan yang cukup untuk membiayai
operasi dan pertumbuhan perusahaan. Sebaliknya, bisnis gagal bila
penjualan turun terus yang akhirnya membuat perusahaan rugi dan
bangkrut. Karenanya pengusaha dan pebisnis yang sukses memberikan
fokus yang besar pada penjualan dan kepuasan pelanggan. Mereka selalu
memikirkan pelanggannya, menyediakan produk/jasa yang memenuhi
keinginannya dan melayani mereka. Selain berupaya mendapatkan
pelanggan baru, merekapun berusaha keras untuk senantiasa
mempertahankannya.

Ada empat hal yang bisa menopang penjualan, pendapatan dan alur kas
yang sehat. Keempat hal ini adalah spesialisasi, diferensiasi,
segmentasi dan konsentrasi.

Spesialisasi

Organisasi yang mempunyai spesialisasi biasanya lebih efektif dalam
mendapatkan dan mempertahankan pelanggan dibandingkan dengan
perusahaan umum yang menawarkan terlalu banyak produk dan jasa kepada
terlalu banyak segmen pasar dengan cara yang terlalu bervariasi dan
dengan harga yang macam-macam pula.

Kita bisa berspesialisasi pada salah satu dari bidang utama berikut
ini : produk/jasa, pelanggan dan segmen pasar. Pebisnis yang
berspesialisasi pada produk/jasa yang spesifik contohnya adalah game
developer atau rumah makan cepat saji. Pebisnis yang berspesialisasi
pada segmen pasar yang spesifik contohnya adalah penyedia konten bagi
remaja atau penyedia perlengkapan balita.

Ketika mencium suatu peluang seringkali kita tergoda untuk masuk ke
berbagai bidang. Organisasi yang sukses umumnya bisa menahan diri
untuk tidak menyebar usahanya ke berbagai bidang, melainkan lebih
fokus dan berspesialisasi ke suatu bidang dimana mereka punya
kemampuan untuk kelak bisa memimpin pasar.

Diferensiasi

Pelanggan biasanya membeli produk/jasa yang dianggapnya terbaik dalam
menjawab kebutuhannya pada saat itu. Misalnya saja pengiriman yang
cepat, atau produk yang awet, atau harga yang murah, atau produk yang
nyaman digunakan atau gaya yang sangat pas dengan tren terkini. Kita
perlu memilih apa yang akan membedakan produk kita di banding para
pesaing. Hal seperti ini disebut keunggulan kompetitif. Semakin jelas
keunggulan kompetitif produk/jasa kita semakin mudah kita menjualnya.
Membangun keunggulan kompetitif adalah faktor kunci keberhasikan suatu
bisnis. Faktor ini sangat menentukan penjualan dan keuntungan yang
sehat di perusahaan besar maupun kecil.


Segmentasi

Kemampuan kita untuk menganalisa pasar dan mendefinisikan profil
pelanggan yang akan mendapatkan manfaat maksimal dari produk/jasa
spesialisasi kita sangat menentukan keberhasilan pemasaran. Pelanggan
dengan profil yang cocok bagi produk/jasa yang kita pasarkan bisa
menghargai produk kita dengan lebih baik dan karenanya bersedia
membayar dengan harga lebih tinggi. Kegiatan pemasaran dan penjualan
tentunya harus ditergetkan pada segment pasar ini.

Disiplin kita untuk selalu bertanya, "Apa spesialisasi kita?", di area
mana kita lebih hebat dari para pesaing, segmen pasar mana yang paling
menarik dan tepat untuk produk kita, lalu bagaimana cara mempromosikan
dan cara menjangkau segmen tersebut adalah pertanyaan-pertanyaan yang
harus kita jawab.

Konsentrasi

Kemampuan kita untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan tadi dengan akurat
dan menjalankan bisnis kita dengan fokus akan mengantar kita pada
keberhasilan penjualan, mendapatkan keuntungan dan menghasilkan alur
kas yang sehat, sehingga bisnis senantiasa bisa tumbuh dan berkembang
secara berkelanjutan.

Setelah spesialisasi, diferensiasi, segmentasi dan konsentrasi
terpenuhi, selanjutnya kita harus meyakinkan bahwa produk kita dijual
oleh orang-orang yang mempunyai karakter yang menyenangkan, mengenal
segment pasar yang kita targetkan dan tentunya menguasai produk/jasa
kita dan keunggulannya dibandingkan dengan para pesaingnya.

Latihan yang intensif perlu kita lakukan pada duta produk kita yang
akan menjual produk kita di lapangan. Mereka harus dilatih untuk
menjual dengan menyenangkan pembeli.

Ada tiga hal yang perlu kita ingat dalam menjual:

• Menjual dengan memuaskan kebutuhan dan keinginan calon pelanggan
akan terasa seperti berenang mengikuti arah arus air, sangat ringan
dan sangat menyenangkan.

• Pembeli tidak membeli produk/jasa yang kita jual. Yang mereka beli
adalah kepuasan yang mereka bayangkan akan mereka dapatkan dengan
menggunakannya.

• Pembeli membeli dari orang yang mereka percayai dan sukai.

Semoga sukses menyertai usaha penjualan kita di tahun baru ini.

Salam hangat penuh semangat.


Referensi : Million Dollar Habits, by Brian Tracy