Data Center is our focus

We help to build, access and manage your datacenter and server rooms

Structure Cabling

We help structure your cabling, Fiber Optic, UTP, STP and Electrical.

Get ready to the #Cloud

Start your Hyper Converged Infrastructure.

Monitor your infrastructures

Monitor your hardware, software, network (ITOM), maintain your ITSM service .

Our Great People

Great team to support happy customers.

Wednesday, June 01, 2016

ManageEngine ServiceDesk Plus Receives PinkVERIFY Certification for IT Change Management Process

ManageEngine ServiceDesk Plus Receives PinkVERIFY Certification for IT Change Management Process

Certification Confirms ServiceDesk Plus Compatibility with Best Practice ITIL Standards

  • ServiceDesk Plus also received PinkVERIFY certification for incident management process in 2014
  • ServiceDesk Plus change management process helps streamline change planning, approvals and roll out with customizable workflows
  • View ServiceDesk Plus online demo http://ow.ly/crsZ300xqJ9; complete list of features http://ow.ly/bfUx300xoOg
PLEASANTON, Calif - May 26, 2016 - ManageEngine, the real-time IT management company, today announced that the change management module in its flagship IT help desk software, ServiceDesk Plus, has been officially certified as ITIL® compatible by Pink Elephant, a premier global training, consulting and conference service provider.
Click to tweet this news.
PinkVERIFY™ is a service that evaluates IT service management (ITSM) tool sets for ITIL compatibility. For a tool to be certified in a certain process, an ITSM vendor must go through a rigorous assessment process meeting 100 percent of the general, core and integration suitability requirements. ServiceDesk Plus cleared the assessment with a Pink Elephant consultant thus confirming its alignment with ITIL best practices.
"For most IT teams, it is always a challenge to choose between a product that is functional yet simple or one that checks all ITIL boxes but is very complex," said Rajesh Ganesan, director of product management, ManageEngine. "The PinkVERIFY certification of ServiceDesk Plus brings the right balance to our customers who do not have to sacrifice simplicity for ITIL compliance."
David Ratcliffe, president at Pink Elephant said, "Congratulations, ManageEngine! With the PinkVERIFY certification for change management in ServiceDesk Plus 9.0 under the belt, customers can be assured of compliance to the highest standards when it comes to managing IT changes with minimal risk, greater control and better execution. It's great to see ManageEngine moving forward with its commitment to providing best practice and ITIL-certified functionality to its users. Well done!"
The PinkVERIFY change management module is available in the Enterprise edition of ServiceDesk Plus. It is also available as an add-on to the Standard and Professional editions. For more details on ServiceDesk Plus editions and offerings, please visit https://www.manageengine.com/products/service-desk/sdp-editions.html.
For more information about ServiceDesk Plus, please visit https://www.manageengine.com/service-desk. For more information about ManageEngine, visithttp://buzz.manageengine.com/; follow the company blog at http://blogs.manageengine.com/, on Facebook at http://www.facebook.com/ManageEngineand on Twitter @ManageEngine.

About ServiceDesk Plus

ServiceDesk Plus is ITIL-ready help desk software with integrated asset and project management capabilities. With advanced ITSM functionality and easy-to-use capability, ServiceDesk Plus helps IT support teams deliver world-class service to end users with reduced costs and complexity. It comes in three editions and is available in 29 different languages. Over 100,000 organizations across 185 countries trust ServiceDesk Plus to optimize IT service desk performance and achieve high end-user satisfaction. For more information about ServiceDesk Plus, please visit https://www.manageengine.com/service-desk.

About ManageEngine

ManageEngine delivers the real-time IT management tools that empower IT teams to meet organizational needs for real-time services and support. Worldwide, established and emerging enterprises - including more than 60 percent of the Fortune 500 - rely on ManageEngine products to ensure the optimal performance of their critical IT infrastructure, including networks, servers, applications, desktops and more. ManageEngine is a division of Zoho Corporation with offices worldwide, including the United States, India, Singapore, Japan and China. For more information, please visithttp://buzz.manageengine.com/; follow the company blog at http://blogs.manageengine.com/, on Facebook at http://www.facebook.com/ManageEngineand on Twitter @ManageEngine.

Sunday, May 29, 2016

APKOMINDO mendukung pameran COMPUTEX 2016 dan TAITRONICS 2016

APKOMINDO mendukung pameran COMPUTEX 2016 dan TAITRONICS 2016

Ditulis pada 26 May 16
COMPUTEX 2016 yang akan diselenggarakan dari tanggal 31 Mei sampai dengan 04 Juni 2016 di Taipei adalah salah satu pameran ICT terbesar dunia, khususnya di Asia, dengan 1700 exhibitor di 5000 booth yang ada, mentargetkan 130.000 pengunjung dimana 40.000 nya adalah pengunjung internasional. Indonesia sendiri memastikan 200 perusahaan datang dan melihat dinamika perkembangan ICT di kegiatan tersebut.
Salah satu hal yang menjadi fokus adalah Startup, dimana akan diperkenalkan InnoVex, konsep desa Startup. Taiwan External Trade Development Council (TAITRA) mengundang Garage+ (Epoch Foundation), IDEAS Show, KOTRA, GMobi And Blocks, untuk menghadiri InnoVex dan memberikan pandangan ke depan mengenai inovasi teknologi.
Perkembangan Startup yang mendunia, dimana Taiwan menempati posisi ke 6 dalam Global Entrepreneurship Index 2016 yang dirilis oleh Global Entrepreneurship And Development Institute (GEDI). Oleh karena itulah COMPUTEX TAIPEI meluncurkan InnoVex untuk membantu Startup di seluruh dunia. InnoVex akan menghadirkan 170 inovasi Startup dari 20 negara, dimana Indonesia juga ambil bagian.
50 perusahaan internasional telah siap menampilkan ide inovasi mereka. Diantaranya CareMonkey, Connectera, dan Dronamics. Akan ada juga iStaging yang menampilkan inovasi Augmented Realilty dan Virtual Reality, Juga KonoLabs yang akan menunjukkan Artificial Intellegence untuk pembantu pribadi Anda.
Berbagai kegiatan menarik direncanakan dalam InnoVex dan tersedia panggung yang akan menampilkan topik menarik terkait ekosistem untuk Startup, kisah sukses Startup, tren Startup dari Silicon Valley, Virtual Reality, Artificial Intellegence, kendaraan tanpa awak, dan analisis-analisis lainnya..
Para pembicara dunia terkait Startup dan Principal akan hadir memberikan pandangan dan pendapat mereka. Seperti dari 500 Startup, Acorn Pacific Ventures, Click Ventures, Fenox Ventures, GGV, Hardware Club, Sparklabs Global Ventures, Startupbootcamp, Criteo, dan NYC Media Lab akan berbagi untuk kita di pameran COMPUTEX.
Dalam ajang pameran tersebut dilombakan InnoVex Pitch Contest yang memperebutkan hadiah 30.000 USD untuk para Startup agar dapat menemukan para investor. Para pihak pabrikan Taiwan dan distributor juga bergabung dalam COMPUTEX Building Partnership in the Technology System untuk memaksimalkan inovasi, teknologi dan investasi.
Mr. Water Yeh, Executive Vice President of TAIRA, saat menyampaikan sambutannya diacara Media Gathering pada hari Rabu 25 Mei 2016, bertempat di Hotel Pranaya Suites Hotel, BSD City, Banten, mengatakan bahwa “COMPUTEX adalah media teknologi global, yang akan menonjolkan Startup, IoT, Gaming dan Business Solutions.”
Selain Pameran COMPUTEX TAIPEI, Mr. Water Yeh juga menginformasikan tentang Pameran TAITRONICS yang akan berlangsung 6-9 Oktober 2016, dimana pameran tersebut akan mengusung tema terkait Green Electronics dan Smart Living. Dan hal ini sangat erat terkait dengan Internet of Things (IoT) yang menjadi perbincangan besar dimana-mana. Gartner memprediksi 6.4 milyar perangkat IoT akan digunakan tahun ini, dimana ada peningkatan 30% dibandingkan tahun sebelumnya, dan akan mencapai 21 milyar perangkat di 2020. Di atas pertumbuhan perangkat IoT ini akan terkait dengan smart manufacturing, smart healthcare, smart care, robotik, kendaraan tanpa manusia (unmanned vehicles). Pengembangan ini merupakan momentum penting dalam dunia elektronik.
Mr. Tony Lin, Director Taitra Jakarta, menambahkan bahwa; “Taiwan sebagai motor elektronik dunia, dengan total ekspor mencapai 104 milyar USD di tahun 2015 dan hampir merupakan 30% dari total ekspor per tahun. Taiwan mendominasi inovasi di dunia elektronis dan elektrikal sebagai satu dari tiga negara terbesar yang menyediakan Printed Circuit Board, komponen pasif, konektor, modul baterai, komponen LED dan IC di dunia.”
Seiring dengan industri global elektronik yang meninggalkan pendekatan produk tunggal (single product) dan pengembangan berbasis teknologi, maka aplikasi terintegrasi dan inovasi akan menjadi model dominan.
TAITRONICS 2016 akan menampilkan Smart Manufacturing, Medical Care, Robotics dan Unmanned Vehicle serta New Ventures. Pameran ini akan menghubungkan Taiwan, Asia dan dunia internasional kepada dunia baru IoT dan beragam peluangnya, bersamaan dengan TAITRONICS, akan berlangsung eCommerce Expo Asia dengan menunjukkan produk software dan hardware Taiwan.
Dalam kesempatan yang sama Ketua Umum DPP Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO)Soegiharto Santoso yang sering disapa Kang Hoky, mengatakan; “APKOMINDO selaku tempat bernaungnya para pengusaha di bidang komputer menyambut baik peluang yang bisa diperoleh dalam pameran COMPUTEX 2016 maupun  TAITRONICS 2016. Sebab fokus yang sama telah dilakukan oleh APKOMINDO, bahkan inisiatif terkait Startup telah dicanangkan APKOMINDO dengan meluncurkan program keja Rumah Tugas Akhir (RumahTA). Dengan RumahTA, APKOMINDO membina Startup bersama dengan institusi pendidikan dan Venture Capital mulai dari penemuan ide inovasi, penguatan produk hingga siap dipasarkan. Kerjasama ini disambut baik oleh Institut Teknologi Bandung (ITB) yang telah siap mendukung program ini, tentunya APKOMINDO menawarkan kerjasama juga kepada pihak TAITRA maupun pihak-pihak lainnya.”
Ditambahkan oleh Kang Hoky, bahwa Salah satu fokus pengembangan terkait dengan ini adalah banyaknya industri yang telah menggunakan Smart Devices, termasuk untuk rumah (Smart Home/ Smart Living), pabrik (Automatisasi) dan ini semua sangat erat berhubungan dengan IoT. Selain itu, dengan adanya eCommerce Expo Asia di waktu yang sama akan memudahkan pengusaha Indonesia yang saat ini banyak berfokus ke dunia eCommerce untuk menimba ilmu, produk dan pengalaman yang bisa menjawab solusi yang diperlukan di Indonesia.
Disampaikan pula bahwa; “Sudah sejak lama APKOMINDO menjalin kerjsama dengan pihak TAITRA untuk berbagai kegiatan-kegiatan yang positif, seperti mendukung pameran Yogyakomtek 2015 yang lalu, bahkan menghadirkan 44 Produk Taiwan di pamerannya, kerjasama dengaan pihak TAITA bukan hanya dalam hal bisnis melainkan acara kegiatan lainnya seperti “TAITRA Happy Run” yang telah diselenggarakan beberapa kali dan akan terus di lakukan secara rutin, kedepan tentu saja kerjasasama APKOMINDO dengan pihak TAITRA akan semakin baik serta saling menguntungkan.”
Pihak TAITRA juga memberikan insentif kepada para anggota APKOMINDO yang akan menghadiri pameran COMPUTEX 2016 dan TAITRONICS 2016, tentu dengan memenuhi beberapa persyaratan yang tidaklah terlalu sulit, oleh karena itu, sangat penting bagi pengusaha Indonesia untuk memastikan hadir dan bisa mengikuti perkembangan terbaru yang akan ditampilkan dalam kegiatan pameran COMPUTEX 2016 maupun TAITRONICS 2016 ini.
Dengan mengikuti perkembangan ICT ini, maka industri TIK Indonesia juga dapat mengikuti arah tren dimana hal terkait Startup, Internet of Things (IoT), industri Game dan kreatif serta Business Solutions, maka akan menjadi andalan industri TIK nasional di Indonesia. (FC & HK)

Smart City dari 'Kacamata Kuda' Aplikasi


Smart City dari 'Kacamata Kuda' Aplikasi

Fri, May 27 2016 | Author: PT. Central Data Technology
Jakarta - Sepanjang tahun 2015, kita melihat smart city kian populer di kota-kota besar maupun kecil di Indonesia. Smart city yang mengintegrasikan layanan digital, telah menjadi jawaban bagi pemerintah dalam hal menyediakan layanan yang lebih baik ke masyarakat. Perkembangan smart city di Indonesia membuat pemerintah lebih bergantung pada aplikasi dibandingkan sebelumnya.

Aplikasi memungkinkan komunikasi antara sensor, sistem dan data center di dalam sistem milik pemerintah. Hal ini menjadikannya sebagai elemen penting dari smart city, bahkan bisa dikatakan sebagai penggeraknya. Gangguan yang terjadi dalam pengiriman aplikasi, entah itu pembobolan data sampai kasus yang lebih besar, tak pelak akan membawa dampak besar bagi kehidupan masyarakat.

Bayangkan jika sensor tsunami (yang berjalan di atas aplikasi) gagal memicu sistem peringatan dini dengan segera. Aplikasi tidak bisa mengirimkan sinyal peringatan ke operator karena aplikasi tidak tersedia terkait banyaknya aliran data di dalam sistem.

Mengirimkan aplikasi dengan cepat, aman, dan selalu tersedia sangatlah penting untuk membuat smart city stabil dan bisa diandalkan oleh pengguna. Tugas ini semakin menantang mengingat sekarang ini aplikasi telah diterapkan di berbagai platform (On premise, cloud, dan hybrid) dan juga dikirimkan ke berbagai perangkat.


Evolusi pengiriman aplikasi.

Sebelumnya, mengirimkan aplikasi merupakan tugas yang mudah. Aplikasi diterapkan dalam data center on premise dan dikirimkan ke komputer lain. Namun, meningkatnya kebutuhan dan ekspektasi pengguna yang terus tumbuh terhadap aplikasi membuat perusahaan kini menerapkan aplikasi di berbagai platform. Lebih lanjut, aplikasi kini dikirimkan ke berbagai jenis perangkat untuk mendapatkan lebih banyak pengguna.



App-centric strategy/strategi yang berpusat pada aplikasi memungkinkan perusahaan untuk mengontrol aplikasi di on premise dan cloud – menyediakan ketersediaan, kinerja, dan layanan keamanan yang sama dalam ekosistem hybrid.

Kebijakan mengenai aplikasi akan diperluas, dari data center menuju cloud. Dengan pendekatan app-centric, perusahaan dapat melindungi aplikasi dan di saat yang bersamaan menjaga kelincahan dan efisiensi dimanapun aplikasi itu diterapkan. Dalam strategi app-centric, application service adalah kuncinya.

Apa itu application service? Konsep aplikasi dan application service bisa diibaratkan dengan jam tangan. Jam tangan bekerja untuk menampilkan waktu dengan akurat. Jam tangan di sini ibarat aplikasi. Untuk bisa menunjukkan waktu secara tepat, jam membutuhkan berbagai komponen agar mesin bisa berjalan dengan tepat dan tempo yang konsisten. 

Application service adalah komponen dari jam yang terdiri dari serangkaian teknologi atau layanan yang meningkatkan ketersediaan, keamanan dan performa dari sebuah aplikasi.



Application service sendiri banyak jenisnya. Menurut studi terbaru tahun 2015 dari F5, lima besar prioritas application service bagi organisasi bisnis maupun pemerintahan adalah: keamanan, ketersediaan, identitas/akses, mobilitas, dan kinerja.

Dalam sistem smart city, aplikasi tidak diperlakukan dengan cara yang sama. Beberapa aplikasi membutuhkan lebih banyak application service dibanding aplikasi lainnya. Keputusan mengenai application service mana yang akan diterapkan sangat bergantung pada tingkat kepentingan dan fungsionalitas dari aplikasi. 

Sebagai contoh, aplikasi mobile yang dipakai untuk menunjukkan informasi lalu lintas tentu membutuhkan ketersediaan, kinerja, dan layanan mobilitas, karena pengguna membutuhkan aplikasi untuk memiliki kecepatan dan selalu bisa diakses lewat perangkat apapun. Sedangkan aplikasi lain yang lebih penting, seperti aplikasi untuk transaksi digital, membutuhkan application service yang lebih banyak. 

Selain mengutamakan kecepatan dan ketersediaan yang tinggi, pengguna aplikasi tersebut membutuhkan keamanan dan kemampuan untuk melakukan verifikasi atas identitas pengguna dan pengaksesnya. Oleh karena itu, application service untuk meningkatkan keamanan dan identitas/akses sangat dibutuhkan aplikasi ini.

Penggunaan platform cloud dan hybrid tidak bisa dihindari dalam smart city. Seiring dengan permintaan pengguna yang terus bertumbuh, pemerintah maupun penyedia layanan harus bisa mengimbangi ritme ini. Pemanfaatan cloud & hybrid dalam ekosistem smart city telah menjadi jawaban bagi mereka. 

Untuk bisa mengirimkan aplikasi dengan cepat, aman dan ketersediaan tinggi dalam ekosistem smart city, application service adalah kuncinya. Hal ini akan meningkatkan kemauan pengguna untuk lebih bergantung pada aplikasi dan pada akhirnya pengguna akan mampu menjaga keberlanjutan ekosistem smart city sebuah kota.


*) Penulis, Andre Iswanto adalah Manager Field System Engineer di F5 Networks Indonesia.