THERE IS ALWAYS A WAY TO WIN YOUR COMPETION

THERE IS ALWAYS A WAY TO WIN YOUR COMPETION

(Selalu ada cara , untuk memenangkan kompetisi anda)

Namanya Rudy, dia mempunyai bisnis berukuran menengah yang dia jalankan  di kota kelahirannya, di Sumatera.
Usahanya memang berjalan dengan sehat dan menguntungkan. Tetapi dia merasa pertumbuhannya tersendat-sendat. Padahal customernya sangat setia pada Rudy. Di kota itu memang ada perusahaan lain yang sudah berdiri lebih dulu, berpuluh-puluh tahun sebelumnya, dan mendominasi market di situ.
Akibat competitor itu, yang sudah lebih lama, dan modalnya lebih kuat, mereka sangat agressive marketingnya, dan pertumbuhan perusahaan Rudy pun stagnant.
Rudy bertanya apa yang dia bisa lakukan agar pertumbuhan perusahaannya bisa lebih pesat lagi.

 Kalau anda berbisnis, mau tidak mau anda akan menghadapi kompetisi. Dan agar usaha anda semakin maju, anda juga harus  bersiap siap untuk berkompetisi.
Tentunya yang saya maksudkan adalah  berkompetisi dengan sehat, dengan mentaati semua aturan main dan etika yang  berlaku.  Sayangnya di Indonesia kata "kompetisi" seringkali dikonotasikan negative. Kata ambisius juga diartikan negative. Ingat baik baik ya, selama anda mempunyai niat yang baik, dan anda selalu mentaati aturan main dan etika yang  berlaku, maka ambisius dan competitive adalah attribut yang sangat positive!

Ini juga paradox di Indonesia. Yang ambisius dan competitive dinilai negative. Tetapi kalau ada yang menjadi Juara Dunia (misalnya atlit bulutangkis), maka semua orang pun ikut bertepuk tangan , kagum dan memuja.
Padahal untuk menjadi Juara Dunia , mau tidak mau, anda harus ambisius dan competitive.
Untuk menjadi Juara Dunia, mereka harus berlatih, bekerja keras dan mengorbankan banyak waktu pribadinya.
Gak mungkin mereka melakukan itu semua kalau mereka tidak ambisius dan competitive.

Kalau saya merekrut karyawan, saya mencari orang yang competitive. Misalnya saya merekruit orang Sales, ya saya akan merekrut orang yang selalu ingin mencapai yang terbaik (untuk dirinya, untuk timnya dan untuk perusahaannya).
Saya juga mendidik anak-anak kandung saya untuk menjadi competitive .
Kami bermain dan bertanding, menentukan juaranya, dan memberikan reward kepada yang menjadi Juara.
Kami juga mendidik mereka untuk belajar dan bekerja lebih keras daripada teman-temannya di kelas.

Ok, kita kembali kepada Rudy, yang ingin berkompetisi dengan lawannya yang sudah lebih lama berdiri dan sudah memiliki modal yang lebih banyak. Apa yang bisa dilakukan Rudy?
Saya akan menjawab pertanyaan ini dengan menceritakan kompetisi TV kabel di Singapore.

Pada tahun 1999 saya pindah dari Thailand ke Singapore, dan saya pun memasang TV kabel di appartemen saya. Ternyata waktu itu di Singapore hanya ada satu provider TV kabel, perusahaannya bernama Starhub.
Saya pun berlangganan Starhub. Waktu itu saya bertanya  kepada seorang teman saya yang menjadi seorang pejabat senior di Singtel,"Kenapa SingTel gak jualan TV kabel?" (Soalnya SingTel kan sudah punya jaringan telepon ke rumah-rumah, tinggal upgrade jaringan , sudah bisa jualan TV cabel ke pelanggan yang sama).
Teman saya menjawab,"Susah Pam. Sudah ada StarHub. Dan channel nya kan itu - itu juga. Kita lagi cari differentiator kita ...."
Nah, kasusnya ada kesamaan kan dengan apa yang dialami Rudy. Rudy juga pengin mengembangkan bisnisnya tetapi ada pemain lama. Sama seperti SingTel yang menghadapi StarHub yang sudah lebih lama  bermain di TV cabel.

Pada tahun 2010, saya kembali pindahan lagi , kali ini dari Jakarta ke Singapore. Dan pada saat itulah SingTel melakukan sesuatu yang mengejutkan. SingTel mengamati bahwa ternyata sebagian besar penonton TV cable di Singapore adalah fans sepakbola. Dan di Singapore, mereka gak bisa nonton Liga Inggris di TV gratis, akibatnya mereka harus berlangganan dan membayar TV cable.  SingTel yang sudah lama ingin mengembangkan bisnis TV cable pun mengambil langkah yang penuh keberanian. Mereka berani membayar licence fee untuk Premier League jauh di atas  nilai yang ditawarkan oleh StarHub. 
Mereka pun melenggang dengan penawaran kepada penonton untuk melihat Liga Inggris (asalkan mereka  berlangganan dan membayar paket sport di SingTel). Serentak hampir semua fans sepakbola  berpindah ke SingTel, pelan pelan StarHub mulai ditinggalkan pelanggan ya, dan SingTel mulai  berjaya dengan TV Cable nya.

Kita lihat kan? Sebesar apapun competitor kita, selama apapun mereka beroperasi, selalu masih ada cara untuk mengalahkan mereka! Sebuah masalah itu hanya kelihatan sulit karena kita belum menemukan cara memecahkannya. Tetapi kalau kita terus menerus mencoba, kita pasti akan menemukan jawabannya!

Nah, kita baru saja melihat bagaimana SingTel berhasil menemukan "celah" untuk melawan StarHub. "Celah" (atau dalam istilah management, niche market) inilah yang harus ditemukan oleh Rudy.

Bagaimana caranya? Kita bisa mencoba mengikuti beberapa langkah di bawah ini ...

1. Understand your own strength, Focus on your strength and continue to improve on that

Inti sebenarnya pada kompetisi itu bukannya mencari kelemahan lawan, tetapi pada menggali kekuatan kita sendiri, dan memperbaikinya terus menerus agar kita semakin baik lagi.

Kita ambil contoh pada banking industry. Ada bank yang kuat karena jumlah cabangnya banyak, ada bank yang kuat karena wilayahnya menyebar ke seluruh pedesaan di Indonesia.
Kalau anda bekerja di bank yang tidak seperti mereka, it is ok, jangan minder. You don't need to attack them at their own game. You can attack them at your game!
Seandainya anda bukan bank yang banyak cabangnya atau bank yang coveragenya sampai ke seluruh pedesaa  di Indonesia, anda harus menggali kekuatan anda di bidang lain. Mungkin Internet banking anda yang lebih canggih, mungkin relationship manager anda yang lebih customer focus,
mungkin product anda yang lebih attractive.
Remember, you dont focus on others strength, you dont focus on your weakness, you focus on your own strength.

2. Win your customer's heart, everyday

Next, yang juga sangat penting adalah bagaimana anda membina , menjaga dan merawat hubungan anda dengan customer anda, setiap hari.
This is not about your product or your service. This is about the experince that your customer have with you, everyday.
Create as many WOW effect, at every single point of contacts with your customer.
Posisi anda di hati customer anda akan jauh lebih powerful dibandingkan dengan history, berapa lama mereka beroperasi atau berapa modal yang mereka punya.

3. Evaluate the competition field, find a niche market, find a gap that you can fill

Analisa lapangan kompetisi anda, dan cari lapangan  baru yang masih  belum dimainkan. Carilah lahan (kompetisi) kosong yang masih bisa anda isi.
Anda  bisa melakukan ya dengan mengembangkan product baru, pelayanan baru, memperluas ke customer segmen yang baru, inovasi baru, atau apapun.
Intinya adalah mengisi lahan baru tersebut dengan product anda , agar anda bisa memPerkuat posisi anda di situ ....

4. Prepare, plan and play your  best game in our that niche market

Di "area" baru ini anda belum expert, siapkan perencanaan yang prima agar anda bisa mengimplementasikan business anda denga  optimum.
Get ready and  do your  best.
Ingat keberhasilan anda ditentukan dari kemampuan anda "menggaet" your customer's heart.

5. Build a winnning culture, a competitive culture , to everybody in the company. Use your victory  to narrow the gap with the market leader

Yang paling penting adalah membangun competitive culture , budaya untuk selalu bekerja keras dan mencapai yang terbaik. The winning culture. 
Terbaik bukan dengan membandingkan dengan yang lain, tetapi membandingkan dengan prestasi anda sebelumnya dan menjadi yang terbaik semaksimal mungkin sesuai potensi anda.

Ok, inilah ringkasan dari apa yang kita  bisa pelajari pagi ini, tentang  bagaimana kita bisa memperkuat diri kita untuk menghadapai kompetisi ...

1. Understand your own strength, focus on your strength and continue to improve on that
2. Win your customer's heart, everyday
3. Evaluate your competition field, find a niche market, find a gap that you can fill
4. Prepare, plan and play your best game attack in that niche market
5. Build a winning culture , a competitive culture to everybody in the company. Use your victory to narrow the gap with the Market Leader


Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
HP.08121057533

Popular posts from this blog

Dunia Aplikasi OpenSource

Mengenal Fungsi Dan Komponen Panel Listrik

Membangun Ruang Server (1)