Data Center is our focus

We help to build, access and manage your datacenter and server rooms

Structure Cabling

We help structure your cabling, Fiber Optic, UTP, STP and Electrical.

Get ready to the #Cloud

Start your Hyper Converged Infrastructure.

Monitor your infrastructures

Monitor your hardware, software, network (ITOM), maintain your ITSM service .

Our Great People

Great team to support happy customers.

Saturday, July 16, 2011

Strategi Perusahaan untuk Entrepreneur Pemula

Jumat, 25 Maret 2011 09:53

Suatu perusahaan memerlukan strategi. Strategi inilah yang kemudian dinamai sebagai strategi perusahaan. Strategi perusahaan dapat didefinisikan sebagai formula unik yang dibuat untuk mencapai kesuksesan. Strategi tersebut menjadi pondasi bagi pembuatan rencana bisnis dan menentukan pengambilan kebijakan serta pengelolaan bisnis sehari-hari. Strategi ini bukanlah sebuah pembatasan bisnis dan ringkasan dari pasar yang relevan tetapi lebih sebagai penjelasan atas salah satu atau beberapa faktor penentu yang membedakan perusahaan yang bersangkutan dari para pesaingnya serta yang paling diharapkan untuk memberikan sumbangan untuk pencapaian keberhasilan perusahaan dalam jangka panjang.

Agar bisa lebih efektif, strategi perusahaan seharusnya tidak melebihi satu halaman kertas buku tulis. Intinya, jadikan strategi perusahaan sebagai rangkaian kata yang mudah diingat sehingga lebih mudah disampaikan kepada seluruh jajaran staf. Panjangnya relatif, tetapi bagi sebagian besar usaha, satu kalimat saja sudah cukup untuk menjadi sebuah strategi bisnis. Dengan sifatnya yang mudah disampaikan/ dikomunikasikan kepada orang lain, akan tercapai fokus bisnis kohesif yang selalu terjaga.

Lalu mengapa kita harus mengembangkan strategi perusahaan? Semua perusahaan, dari satu  usaha baru yang diawaki satu orang hingga perusahaan konglomerasi multinasional, idealnya memiliki sebuah strategi. Mengikuti strategi yang berbeda dan baik akan memastikan perusahaan untuk membangun, menjaga dan secara terus menerus memperkuat identitas spesifik di pasar.

Dengan berperan sebagai sebuah batu loncatan bagi perencanaan bisnis tahunan, sebuah strategi akan menjadi inti yang memberikan panduan dalam mengembangkan business plan tahunan. Strategi juga akan membentuk sebuah kerangka untuk membantu mempertimbangkan penyimpangan jangka menengah yang melenceng dari rencana semula. Di samping itu, ini juga akan membantu mengatur arah yang konsisten untuk area fungsional yang vital. Sebuah strategi yang baik harus dapat bertahan tahun demi tahun dan kemudian akan dapat menghubungkan business plan satu periode dengan business plan periode berikutnya. Ini juga akan memungkinkan perusahaan untuk lebih mudah bekerja dengan berdasarkan pada pencapaian tahun sebelumnya.

Tanpa strategi yang diikuti dengan baik atau terdefinisi dengan jelas, perusahaan (baik kecil, menengah, dan besar) cenderung akan kehilangan arah saat harus mengalami kesulitan sementara atau saat manajemen merasa bosan dalam mengelola bisnis lama yang serupa.

Strategi bisnis juga membuat posisi kita lebih jelas di mata konsumen. Bayangkan Anda seorang pelanggan restoran burger. Suatu hari tiba-tiba, restoran favorit Anda tersebut  menawarkan pada Anda masakan Jawa dalam pilihan menunya.  Hal apa yang terlintas dalam benak Anda? 'Taktik' usaha semacam ini justru menyampaikan pesan pada konsumen kita bahwa perusahaan kita tengah mengalami kebingungan, disorientasi dalam hal strategi. Dan itu bisa berakibat kontraproduktif pada usaha kita.

Tidak ada satu jenis bisnis apapun di dunia yang 100% kebal dari rendahnya displin dalam penerapan strategi. Tanpa memedulikan jumlahnya, hasil keuntungan dan penjualan dari diversifikasi bisnis yang kurang relevan dapat dipastikan hampir selalu mengecewakan.  (*/Akhlis)

Sumber:
http://ciputraentrepreneurship.com/tips-bisnis/174-rencana-bisnis/7331-strategi-perusahaan-untuk-entrepreneur-pemula.html
build-access-manage on www.dayaciptamandiri.com

Wednesday, July 13, 2011

How to Manage Successful IT Projects

1. Set Realistic Schedules
Take risks and uncertainty into account, along with compliance needs, industry standards and organizational culture.


2. Know Your People
Understand differences in skillsets and capability levels among team members.


3. Plan Communications
Know when to update various stakeholders; choose formats, e.g., email, phone, meetings, website, etc.


4. Cut Yourself Some Slack
Project reasonable "project float" – the time a certain step can slip without risking deadline failure.


5. Inventory Accelerants
Know the tools available to help make deadlines: vendor incentives, overtime, outside contractor help, etc.


6. Four Keys To Risk Management

• Risk identification
• Qualitative/quantitative assessments
• Loss prevention/mitigation strategies
• Recovery/restoration plans.


7. Keep Yourself Current 
Schedule both "walk-through" reviews and "walk around" time for more informal catchups.


8. Run Efficient Meetings 
Invite only those who can contribute to a given meeting's objectives.


9. Chart Variances 
Record and monitor changes in scheduling, cost and scope.


10. Learn From Each Project
Document all problem-solving successes for future application.

To DCMS TEAM! Welcoming new project management system to use!


Sunday, July 10, 2011

Evaluasi Karyawan dengan Balancescorecard

We have prepared a free guide on how to do employees evaluation
with Balanced Scorecard.

The guide includes a short article that explains basics and 2 forms
that can be used by manager and by employee.

Each form is accompanied with a sample of how manager or employee
should fill it.

The guide is totally free and is available for download here:
http://www.bscdesigner.com/employees-appraisal-with-balanced-scorecard.htm

Contac us for your requirement of BSC software:
Fanky Christian
08121057533
build-access-manage on www.dayaciptamandiri.com

The time has come for a single view of IT

The time has come for a single view of IT
ManageEngine IT360
According to Gartner, “The integration of availability and performance management tools with the service desk promises increased IT operations efficiencies, resulting in reduced IT downtime and improvement in service quality and support to the end user.” ManageEngine IT360, is that one tool that out-of-the-box provides integrated availability and performance management, along with ITIL enabled service desk. It provides IT managers a single view of their entire IT infrastructure, which includes:
  • Mission-critical applications
  • Network and servers
  • Database
  • Bandwidth
  • Open and pending tickets
Break all the silos! Check the benefits of this unified approach from Gartner’s report here.