Data Center is our focus

We help to build, access and manage your datacenter and server rooms

Structure Cabling

We help structure your cabling, Fiber Optic, UTP, STP and Electrical.

Get ready to the #Cloud

Start your Hyper Converged Infrastructure.

Monitor your infrastructures

Monitor your hardware, software, network (ITOM), maintain your ITSM service .

Our Great People

Great team to support happy customers.

Friday, June 10, 2016

SELLING IN DIGITAL ERA

Undangan Buka Puasa Bersama Microsoft

Total transaksi penjualan online di Indonesia sudah mencapai Rp. 250 triliun. Mari tingkatkan penjualan Anda dengan menguasai teknik penjualan terbaru di era digital dengan bantuan teknologi Microsoft.

Pembicara :
✅ Pak Hoky,
- Ketua Dewan Pembina Komunitas Sales Indonesia (Komi$i)
- Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Komputer Indonesia (APKOMINDO)
- Direktur Masterdata

Wilson Partogi
- Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Online Indonesia (APOI)
- CEO LADOVA Consulting

Tanggal:
✅ Selasa, 28 Juni 2016 jam 16.00
✅ Auditorium Microsoft, Gedung BEJ, Tower 2, Lantai 18, SCBD
✅ Khusus Anggota APKOMINDO GRATIS.
Non-member: 200 rb.
Promo Code: APKOMINDO-VIP.

Tempat sangat terbatas untuk 80 orang saja.

Daftar cantumkan subyek: Event 28 Juni, isi nama dan nomor HP ke email daftar@apkomindo.or.id

Tuesday, June 07, 2016

SALES SKILL - TEKNIK CLOSING

TEKNIK CLOSING

Closing adalah penutupan penjualan ketika calon customer kita mendapatkan alasan rasional & emotional dari penawaran yang kita berikan. Sebelum berjualan bangunlah pendekatan terlebih dulu kepada calon customer Anda, sehingga terbentuk sebuah TRUST dan Engagement yang kuat.

Para penjual yang jam terbangnya tinggi akan mengerti dan dapat membaca calon customer apakah mereka need, apa sekedar want atau memang tidak ingin. Dan dapat dibaca dari karakter tulisannya..

Tahukah Anda : 80% orang memutuskan membeli karena emosi dan 20% orang memutuskan membeli yang karena logika.Closing tidak selalu berujung pada order namun terkadang berujung pada penolakan.

Disini ada 3 tipe/ karakter closing: 1. No --> Tidak Mau beli
2. Maybe --? Mungkin lain kali atau dipikir2 dulu, dll
3. Yes --> Sudah pasti beli Semua penawaran sudah dipastikan dapat di komunikasikan dengan cara "Asking" atau bertanya, Orang yang bilang "No" atau menolak sudah pasti No? Belum tentu atau bisa jadi.. Tetapi apakah orang yang menolak akan bisa menjawab "Yes" atau mau? belum tentu juga, karena sangat sulit untuk meyakinkan pelanggan yang tadinya menolak tiba-tiba mau begitu saja, walaupun kita berdebat dan menang, tetap saja dia tidak mau membelinya dengan alasan Gengsi karena kalah berdebat (defense) itulah psikologi manusia, ketika berdebat merasa diserang maka dia akan defense dan balik menyerang. Dan intinya jangan memaksa orang yang bilang "Tidak", menjadi "Yes" Namun 50% orang yang bilang "Tidak" masih bisa menjadi "Maybe" Dan dari "Maybe" itu sangat mudah menjadi "Yes".. paham ya ? :D Lalu sudah "Maybe" tapi tidak "Yes" juga, berarti memang bukan Jodoh dari produk yang kita pasarkan, jangan paksa, namun tetap berikan senyuman dan keramah-tamahan dan tunjukan bahwa kita penjual profesional.

Cara salah satunya mengatasi dari "Maybe" menjadi "Yes" yaitu

A. Temukan "Hot button"
1. Apa yang paling DIINGINKAN Customer?
2. Apa yang paling DITAKUTKAN Customer?
3. Apa MIMPI Customer yang Ingin Anda bantu?
4. Apa KEBUTUHAN Customer yang ingin Anda penuhi?
5. Apa MASALAH Customer yang ingin Anda selesaikan? Jika sudah ketemu Hot buttonnya, silakan pecahkan dari pertanyaan tersebut!

B. Bangun kedekatan/engagement Berikan service, value, value & value

C. Ketahui Ciri-ciri closing Misalkan dia mulai Antusias, suka tanya-tanya, ingin ngobrol, ingin ketemuan, minta pin bb, hp, whatsapp atau line.. jika sudah menemukan ciri-ciri ini, sentuh emosinya lalu closing

Happy Closing

Fanky Christian
fankychristian.blogspot.com

Sunday, June 05, 2016

Digitalisasi UMKM bisa fokus jika pemerintah bentuk badan sendiri

Digitalisasi UMKM bisa fokus jika pemerintah bentuk badan sendiri

Reporter : Fauzan Jamaludin | Senin, 22 Februari 2016 19:21

Digitalisasi UMKM bisa fokus jika pemerintah bentuk badan sendiri
digital era. © Interbrand.com
Merdeka.com - Direktur Executive Indonesia ICT Institute, Heru Sutadi, mengapresiasi hasil kunjungan Presiden Jokowi di Silicon Valley yang membahas soal digitalisasi pada sektor UMKM bersama Facebook dan Google.
"Yang menarik, Presiden Jokowi sudah mulai mengerti bahwa yang perlu dikedepankan dalam ekonomi digital ini adalah UMKM, sehingga minta support dari Google dan Facebook mengenai pelatihan. Kalau pelatihan saya pikir tidak apa-apa," ujarnya kepada Merdeka.com melalui pesan singkat, Senin (22/2).
Namun, kata dia, perlu ada ketegasan persoalan mana yang menjadi wilayah asing bisa terlibat dan mana yang harus dikerjakan pemerintah sendiri.
"Saya melihat, upaya pemerintah ini belum jelas bagaimana membawa UMKM sebagai bagian penting revolusi ekonomi digital. Strategi besarnya yang belum terlihat, kalau meminta bantuan pelatihan memang akan menjadi bagian dari peningkatan SDM dan edukasi, tapi membawa ke ekonomi digitalnya yang belum. Kalaupun ada roadmap kan e-commerce saja, padahal ekonomi digital bukan cuma e-commerce," terangnya.
Ia pun menyarankan jika pemerintah membentuk badan yang bisa menangani khusus mengenai pertumbuhan ekonomi digital. Tujuannya agar pemerintah mampu memfokuskan pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia.
"Saya membayangkan kita punya lembaga ad hoc seperti Komite Ekonomi Digital, yang akan mengonsep, menyiapkan perubahan ekonomi baru, mengawasi implementasi hingga 2020. Ekonomi digital ini akan jadi urat nadi ekonomi Indonesia," katanya.