Data Center is our focus

We help to build, access and manage your datacenter and server rooms

Structure Cabling

We help structure your cabling, Fiber Optic, UTP, STP and Electrical.

Get ready to the #Cloud

Start your Hyper Converged Infrastructure.

Monitor your infrastructures

Monitor your hardware, software, network (ITOM), maintain your ITSM service .

Our Great People

Great team to support happy customers.

Friday, October 07, 2016

5 Steps to Successfully Implement an IT SLA

5 Steps to Successfully Implement an IT SLA

Every IT manager aspires to improve performance, accelerate incident response times, reduce system downtime, and simultaneously cut service costs in his or her IT support operations. Now, if you are in the pursuit of similar goals, then look no further than an IT SLA.
An IT SLA – or IT service level agreement – is a contract between IT support and an end user within the same organization. Typically, IT SLAs establish a clear understanding of service parameters by defining the services extended, the quality standards that must be adhered to, and the timelines within which the services must be delivered. Operational level agreements (OLAs) and underpinning contracts (UCs) are agreements that the IT support makes with internal departments and with vendors or partners, respectively. The OLAs and UCs act as constituents of the final SLA that the IT support team draws up with the end users
IT service level agreements play a crucial role in everyday tasks of IT support. And, they help you allocate the optimum number of resources to manage the service offerings. It’s no surprise, then, that the absence of IT SLAsmay lead to:
  • Lack of clarity between departments about their roles
  • Increase in the time taken to communicate, log, and resolve issues
  • Lack of service efficiency
  • Increased system downtime
  • Dissatisfied end users and customers
At InterGlobe Aviation (Indigo), smart SLA management ensures a 30% annual improvement in IT performance and cuts costs by 30%, despite a 60% increase in load.
If you’d like to reap similar IT advantages, follow these five steps to draw up a great SLA.
Step 1: Define your SLA scope
This defines the exact manner in which services are delivered within the agreed upon time frame. It also outlines the work flow and assigns roles and responsibilities to IT support and all the other departments/vendors involved. 
Step 2: Set response and resolution times
Based on a ticket’s priority, you’ll need to define the response and resolution time.  Priority levels can be categorized into critical, high, medium, and low based on a ticket’s level of business impact.
Step 3: Create ownership and escalation points
The agent/technician who makes the initial contact with the end user assumes ownership of the ticket until its resolution. A ticket that remains unresolved past its resolution time needs to be escalated. Therefore, you must clearly map each escalation level with a predefined resolution time and assign responsibility to the right person.
Step 4: Monitor performance and measure compliance
Use appropriate tools to monitor performance and measure SLA compliance by using key performance indicators. Also, generate SLA non-compliance reports periodically to identify gaps. Then, you’ll be able to plug these gaps either through training programs or by redefining the SLA.
Step 5: Establish change control in IT SLA
Keep your SLAs open to changes and modifications to progress with evolving business and customer needs. Both your IT and end user should agree upon a standardized process to authorize changes to be made and document them in the SLA.
IT service level agreements create a unified vision for your business by getting your IT to work in cohesion with other departments/vendors and ensure the best service delivery to end users. So, set your SLAs on track and be on your way to achieving IT efficiency.
(This article was originally published in Business Spectator.)

Thursday, October 06, 2016

NAGIOS RELEASE 5.3.0 telah keluar


This release has over 100 improvements, features, and bug fixes. Make sure to update using the button below.
Download Now
Notable Changes
New user interfaces (scheduled downtime, performance graphs, and status page performance graph popups)
New API endpoints and custom API extensions
New components for managing user macros and custom included files
Updated CCM with new features and style
Updated Highcharts default graph styles to be more readable
Increased security and new security features/settings
Improved help sections including API object filtering and callback documentation
Improved CCM in-application plugin testing
Improved overall performance and back-end memory usage
Improved stability (fixed 30 bugs)
View the entire change log

Wednesday, October 05, 2016

Perlu mengukur kinerja Helpdesk Anda ?

Dalam perjalanan kami menangani produk ManageEngine, khususnya ServiceDesk Plus sejak 2005, ada banyak hal menarik.
Pertama, ternyata hingga sekarang, produk ini tidak hanya digunakan untuk helpdesk yang berkaitan dengan IT saja. Mengapa? Karena semua yang diminta bantuan ke helpdesk, dianggap sebagai permintaan (request). Dengan konsep ini, maka yang diminta ke helpdesk bukan hanya soal problem (problem ticket), tapi juga sebagai yang perlu dibantu oleh helpdesk.
Jadi dalam beberapa implementasi, semua 'permintaan' dapat kami kategorikan sebagai request, dan bisa menggunakan system ini. Sebut saja: permintaan barang ATK , permintaan pemakaian aset perusahaan, hingga permintaan ruang meeting dan permintaan layanan supir.
Yang terbaru, bahkan kami gunakan untuk lingkungan rumah sakit, sekolah, universitas, dan semua yang berhubungan dengan 'request' tadi.
Kedua, sejak 2 tahun lalu, ServiceDesk Plus memberikan versi free, gratis, yang bisa menangani hingga 100 (seratus) technicians. Artinya, bisa ada 100 teknisi yang menangani tiket, bisa ada 100 helpdesk agent yang membantu customer, wow !!
Solusi free ini kerap kami gunakan untuk membantu perusahaan menggunakan helpdesk di tingkat awal. Dan ini sangat membantu, mereka tidak harus invest, cukup meminta jasa implementasi helpdesk kepada kami. Kalau toh ada biaya, dihitungnya berdasarkan jumlah teknisi, bukan jumlah USER. Jadi sangat efisien.
Ketiga, produk yang free pun, ada add-on tambahan yang powerful. Sebut saja salah satunya adalah SERVICE CATALOG. Sama seperti kita datang ke restoran, ini membantu kita memilih jenis layanan yang kita minta ke helpdesk. Dengan Add-on ini akan membantu user untuk cepat memilih dan meminta layanan, demikian juga sebaliknya kita sebagai pelayan , helpdesk, bisa langsung cepat membantu mereka.
Kalau fitur lainnya termasuk menghitung SLA helpdesk Anda tentu telah tersedia. Jadi tunggu apa lagi, gunakan SERVICE DESK PLUS , dan kontak kami untuk jasa implementasinya.
Kontak kami segera : 021-29622097 / 0881-8877333 atau email

Tuesday, October 04, 2016

#StartSMeUP - divisi baru yang membantu transformasi digital UKM Indonesia

Semua perlu awal baru, semua perlu semangat baru, dan ini mungkin juga menjadi awal yang baru untuk kami. Bedanya kami menjadikannya menjadi sesuai yang jelas. Menjadi sesuatu yang berguna.

Untuk itulah divisi baru ini kami siapkan. Menyambut era digital, era transformasi digital. Kami merapatkan diri bersama dengan jutaan profesional yang membantu banyak perusahaan, banyak orang untuk pindah, menggunakan dan mendapatkan keuntungan dengan digital.

Anyway, tetap kami harus fokus. Dan fokus kami akan kami selaraskan dengan fokus perusahaan, fokus dan jati diri perusahaan dan pemilik perusahaan, tapi juga fokus ini harus selaras dengan fokus yang terjadi di luar sana. Fokus pemerintah dan negara yang sedang giatnya menggarap segmen usaha kecil menengah (UKM), atau kami singkat menjadi Small Medium Enterprise (SMe).  Kami ingin membantu mereka 'naik kelas', membantu mereka 'up'. Dan ini semua kami rangkai menjadi satu konsep #startSMeUP.

Konsep ini akan kami fokuskan kepada penggunaan layanan pelanggan, atau dikenal dengan customer relationship management (CRM), dan penggunaan sosial media, khususnya LinkedIn yang menjadi salah satu kekuatan B2B dan para profesional dunia.

Semua ini akan kami siapkan menjadi bentuk pelatihan, workshop, public seminar. Kami akan menyiapkan diri kami dan orang terbaik di perusahaan kami untuk fasih menggunakan CRM, LinkedIn dan membagikannya ke sebanyak mungkin yang bisa kami bagikan.

Selamat mulai mengikuti kami #StartSMeUP.