Data Center is our focus

We help to build, access and manage your datacenter and server rooms

Structure Cabling

We help structure your cabling, Fiber Optic, UTP, STP and Electrical.

Get ready to the #Cloud

Start your Hyper Converged Infrastructure.

Monitor your infrastructures

Monitor your hardware, software, network (ITOM), maintain your ITSM service .

Our Great People

Great team to support happy customers.

Friday, December 02, 2016

Kapan saya perlu bantuan Managed Service Provider (MSP) ?

Mungkin banyak yang kurang paham tentang istilah MSP ini. Tapi beginilah simplenya.
Apakah ini yang sekarang sedang kita hadapi di perusahaan ?
  1. Kesulitan mengelola SUMBER DAYA MANUSIA IT. Ini bukan isapan jempol. Tiap tahun ada ribuan orang IT yang berpindah tempat kerja. Bukan karena apa, karena mereka mencari pekerjaan yang lebih baik, dan karena mereka dibutuhan di tempat lain. Bisa saja mereka bekerja di bidang skill yang sama, bisa juga berubah. Tapi intinya, tidak bisa perusahaan dengan mudah memiliki SDM IT dalam jangka panjang, karena memang mereka dibutuhkan di banyak tempat. Semua perusahaan makin bergantung dengan IT, dan semakin banyak orang baru di bidang IT, tapi tidak semua mereka memiliki skill yang diperlukan. Maka terjadilah migrasi IT, yang istilah saya: kutu loncat IT. Dan ini wajar. Yang tidak wajar adalah bagi perusahaan. Bukan karena jumlah gaji yang mereka minta, tapi kesulitan progress pengembangan dan pengelolaan IT pada tiap kali mereka harus mengelola orang dan tim yang baru.
  2. IT adalah bidang yang tidak pernah diam. Dan ini benar sekali. Tiap menit ada inovasi baru. Tiap vendor mengeluarkan produk baru. Tiap perusahaan vendor IT mengeluarkan solusi baru. Dan ini menjadi masalah baru untuk perusahaan, yang tidak bisa dengan cepat beradaptasi dengan produk, solusi baru. Perlu waktu dan kematangan untuk perusahaan bisa mengadaptasi ini. Perusahaan akan berfokus kepada intinya, dan memikirkan cara terbaik agar urusan IT ini ada yang mengelola.
Nah, kedua hal di atas akhirnya menghasilkan suatu bentuk baru, yang mulai dikenal dengan IT Outsourcing, dan dikelola oleh perusahaan yang sering disebut Managed Service Provider. Pengelolaan IT yang dikelola oleh MSP ini sangat beragam, mulai dari SDM hingga system dan fasilitas IT.
Para MSP sendiri awalnya juga berangkat dari menyediakan tenaga pendukung IT, dan dikenal sebagai IT HR Outsourcing, kemudian mereka ditantang untuk mengelola yang lebih kompleks atau spesifik. Maka muncullah MSP dalam berbagai segmen produk dan jasa.
Kami sendiri menggeluti terkait dengan system monitoring. Kami menyediakan sistem monitoring baik dalam bentuk hardware, software dan SDM untuk mengelola, memonitor system perusahaan / instansi.
Apabila anda merasa telah merasa sangat sulit berkonsentrasi dalam bisnis anda, dan sibuk memikirkan IT, maka saatnya memikirkan pola outsourcing IT ke para perusahaan penyedia jasa, atau dikenal dengan MSP.
Kami siap membantu anda, bila memerlukan MSP terkait dengan data center maintenance, system monitoring. Kontak kami askme@dayaciptamandiri.com atau mobile: 08121057533.

Wednesday, November 30, 2016

Prediksi ManageEngine 2017: aplikasi monitoring proaktif

Perusahaan diharapkan dapat menerapkan aplikasi monitoring secara proaktif

Penerapan cloud hybrid untuk mempertahankan momentum
Tahun lalu MANAGEENGINE telah memprediksi bahwa penggunaan cloud hybrid semakin mendapatkan respon yang baik di kalangan perusahaan besar, banyak perusahaan yang melakukan evaluasi strategi cloud hybrid. Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun 2017 mekipun beberapa tantangan yang berkaitan dengan cloud hybrid. Cloud hybrid sedang digerakan oleh CIO dan manajer TI yang memahami cara bagaimana kontrol yang tepat untuk data perusahaan mereka diberbagai situasi bisnis.
Teknologi kontainer di lingkungan produksi
Banyak organisasi akan mulai menjalankan teknologi kontainer di lingkungan produksi yang bertentangan dengan tahun-tahun sebelumnya dimana teknologi ini banyak digunakan dalam pengembangan, pengujian, QA atau lab lingkungan. Alasan utama di balik perubahan ini adalah untuk meningkatkan efisiensi pengembang dan dukungan microservices. Di masa mendatang kita akan melihat banyak perusahaan yang bersedia untuk membuat komitmen keuangan yang cukup besar pada teknologi ini. Docker akan tetap menjadi teknologi mesin kontainer dominan, dan Kubernetes harus terus menjadi pilihan utama untuk kontainer orkestrasi dan manajemen.
Multi vendor berbasis cloud environments bisa menjadi hal yang biasa
Perusahaan memindahkan beberapa beban pekerjaan ke cloud, cloud environment tunggal mungkin tidak masuk akal untuk setiap aplikasi. Bahkan, cloud environment multi-vendor bisa menjadi hal yang biasa di banyak perusahaan pada tahun 2017. Mengelola cloud environment campuran dapat menjadi tantangan bagi tim IT. 
Penciptaan solusi dan alat untuk mengelola multi cloud environment harus menjadi agenda dari kebanyakan tim IT.
Munculnya IOT
Internet of Things (IOT) adalah konsep yang berkembang dalam hal pencahayaan  dan implementasi. Gartner memperkirakan bahwa 21 miliar perangkat IOT akan digunakan di seluruh dunia pada tahun 2020. Daya tarik keuntungan IOT,  perusahaan akan membawa lebih banyak perangkat yang terhubung secara online serta kesepakatan dengan data dalam jumlah besar yang dialirkan ke penyimpanan data yang besar.
Penerapan dari semua teknologi yang disebutkan di atas akan berarti bahwa tim IT akan berurusan dengan lapisan tambahan kompleksitas di atas ada tantangan manajemen TI. Untuk menghadapi tantangan kinerja ini, tim IT perusahaan harus melihat bagaimana melaksanakan pemantauan kinerja aplikasi proaktif untuk mendapatkan end-to-end visibilitas kinerja dalam aplikasi mereka serta didistribusikan dan elemen infrastruktur dasar.



Perlu Bantuan ?
Penerapan dari aplikasi monitoring proaktif khususnya dengan menggunakan produk ManageEngine adalah spesialisasi kami. Silahkan kontak kami untuk sizing, review kebutuhan monitoring perusahaan anda. Kirim email ke askme@dayaciptamandiri.com atau call ke HP 08121057533. Kami siap membantu anda.


sumber : http://vmblog.com/archive/2016/11/28/manageengine-2017-predictions-expect-enterprises-to-adopt-proactive-application-performance-monitoring.aspx#.WD0L_OZ97IW

Sunday, November 27, 2016

Membuat Data Center yang efektif dan efisien

Dalam beberapa kesempatan, saya berdiskusi dengan beberapa perusahaan yang mencoba membangun pusat data (data center). Di antara mereka sebenarnya juga ada yang telah memiliki ruang server yang cukup memadai. Dan tetap saja mereka merasa, bahwa yang mereka miliki bukanlah data center. Dalam pandangan mereka, data center adalah tempat yang sangat kompleks dengan infrastruktur fasilitas data center yang juga rumit.
Sejujurnya, dalam pandangan kami, kami tetap berusaha memberikan solusi dan pendekatan bahwa data center itu bisa efektif dan efisien. Oleh karena itu, selalu pertanyaan dasarnya adalah seberapa besar kita kapasitas data center yang kita akan bangun, miliki dan operasional. Mengapa ketiga hal ini penting, karena banyak yang bisa membangun, tetapi tidak mampu menjalankan operasional data centernya, dan kemudian akhirnya beralih atau menganggap gagal.
Pertama, pastikan kapasitas data center yang akan kita bangun. Tentunya ini akan sangat berhubungan dengan target bisnis yang akan didukung oleh data center itu. Data center yang hanya akan mengoperasionalkan hingga 24 server, maka dapat ditampung dalam 2 rak dan tidak memerlukan kapasitas yang berlebihan. Jadi pastikan kebutuhan bisnisnya. Apabila kita akan menggunakan blade server, berapa banyak server yang akan direncanakan, buatlah perencanaan minimal 5 tahun, sehingga investasi data center dapat dihitung dengan cermat.
Kedua, setelah mendapatkan kapasitas yang diinginkan, barulah dipersiapkan rencana fasilitasnya. Contoh tadi dengan 24 server dalam 2 rak, dan diperlukan 1 rak lagi untuk rak komunikasi data, maka hanya ada 3 rak dalam ruangan. Ingatlah dimensi 1 rak adalah 1200cm x 60cm, berikan minimal ruang gerak 60cm - 80cm disekitar rak. Maka dengan 3 rak tadi minimal ruangan adalah 3200cm x 3800cm. Maka hanya diperlukan minimal 4 x 4 meter untuk menampung.
Ketiga, efisiensi ruangan juga harus mempertimbangkan daya pendingin ruangan yang akan digunakan. Untuk ruangan dibawah 10 x 10 meter, masih sangat mungkin menggunakan AC split apabila terpaksa. Mengapa saya sebut demikian? Karena memang sebaiknya untuk ruang server menggunakan AC Presisi dibandingkan AC Split. Tetapi harga AC Presisi sangat mahal dibandingkan dengan AC Split. Oleh karena itu, sebagian perusahaan masih menggunakan AC Split, mulai dari tipe kaset hingga standing. Dan ini masih dapat dimungkinkan sejauh kita dapat mengontrol kelembaban dalam ruang data center.
Keempat, gunakan virtualisasi. Dengan jumlah server yang banyak, tentu banyak daya listrik yang diperlukan dan daya panas yang akan dihasilkan.Oleh karena itu, banyak yang mengambil pendekatan virtualisasi untuk menekan jumlah server. Ingat jumlah server yang sedikit tentu akan menekan jumlah investasi fasilitas pendukung lainnya. Dalam beberapa perusahaan, telah menggunakan Blade Server untuk mendukung efisiensi jumlah server, digabungkan dengan virtualisasi.
Kelima, penggunaan cold aisle containment. Penempatan perangkat di dalam rak mempertimbangkan diperlukannya adanya udara dingin dari depan rak / perangkat, kemudian masuk ke dalam perangkat dan keluar melalui belakang perangkat. Keluarnya ini akan menjadikan bagian hot-aisle. Sedangkan sumber dingin semua dikonsolidasi di depan rak dan ditutup secara khusus, sehingga menjadi cold-aisle containment. Dengan cara ini, udara dingin akan fokus terserap masuk ke perangkat (di rak) dan kemudian keluar. Sehingga pendingin difokuskan masuk ke dalam cold-aisle containment, baik dengan menggunakan AC Presisi ataupun menggunakan AC Split. Dengan cara ini, maka kita akan sangat menghemat penggunaan daya listrik untuk pendingin.
Keempat, menggunakan udara dingin. Mungkin tidak valid untuk semua lokasi di Indonesia, tetapi ada beberapa bagian yang memang masih dingin, tentu tidak memerlukan daya pendingin yang tinggi untuk mencapai titik dingin yang diperlukan ruang server. Kita bisa menggunakan udara dan sirkulasi khusus untuk memasukkan udara dingin dan menarik udara panas keluar dari perangkat.
Kelima, apabila jumlah perangkat banyak, dan memerlukan UPS yang besar, maka pisahkan UPS dari ruang data center. Dalam beberapa perusahaan, untuk alasan praktis, UPS dengan kapasitas besar (20KVA keatas) digabungkan penempatannya di dalam ruangan. Padahal UPS ini yang paling banyak menyedot panas, maka akan sangat bijaksana bila kita memisahkan UPS dalam ruang sendiri, dan cukup menggunakan pendingin yang memadai (AC Split) untuk menjalankan pendingin ruang UPS.
Keenam, gunakan Environment Monitoring System. Kegunaan EMS adalah untuk memastikan semua fasilitas pendukung ruang server termonitor dengan baik. Mulai dari kontrol temperatur dan kelembaban, kebocoran air dari AC Presisi / AC Split, sumber daya yang aktif (PLN atau Genset / UPS), hingga kondisi pintu yang terbuka / tertutup. Dengan mengaktifkan EMS, maka semua fasilitas ruangserver dapat dimonitor dengan baik, dan kita akan mendapatkan alert melalui SMS atau Email apabila terjadi masalah. Dengan EMS juga kita akan mendapatkan data tren dari suhu, kelembaban, dll, sehingga penurunan kualitas perangkat dapat kita deteksi lebih awal.
Itu sebagian yang bisa kami share terkait ruang server / data center yang efisien dan efektif. Silahkan kontak kami: askme@dayaciptamandiri.com atau HP 08121057533 apabila perlu bantuan desain, restrukturisasi, optimalisasi ruang server / data center perusahaan anda.