Data Center is our focus

We help to build, access and manage your datacenter and server rooms

Structure Cabling

We help structure your cabling, Fiber Optic, UTP, STP and Electrical.

Get ready to the #Cloud

Start your Hyper Converged Infrastructure.

Monitor your infrastructures

Monitor your hardware, software, network (ITOM), maintain your ITSM service .

Our Great People

Great team to support happy customers.

Thursday, July 13, 2017

Sudahkah anda Update Patch OPMANAGER anda ?

Here is the latest Patch for OpManager (Updated on July 10th) with
list of issues fixed. Please follow below steps to apply patch.
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Issues fixed after 20th Jun 2017 till 10th Jul 2017 - Total Issues Fixed -> 17
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
303. Set SNMP for device with custom category not woking issue fixed.  -> FIREWALL
304. Report profile with QoS Report not working issue fixed. -> FIREWALL
305. In snapshot widgets, All Show graph options are enabled   -> FIREWALL
306. NetFlow backup & restore issues are fixed. -> NFA
307. WLC flow time sync issue fixed.  -> NFA
308. Alarm Severity based on System property for Config change and Operation failure. -> NCM
309. IPAM Inventory page is not loading due to 5L entries issue fixed -> OPUTILS
310. Add Switch using SNMP v3 issue fixed.  -> OPUTILS
311. Configure interface to select all option for Manage field.
312. Interface polling doesn't work (after migrating to LEE).
313. RecentAlarmWidget shows object in ui issue fixed
314. Added HyperV support for Windows 2016.
315. IPSLA Search Operation by Name or Device Fixed.
316. Unable to choose category ,Sub-Category in log a ticket profile
317. Unable to schedule interface monthly report using builder issue fixed
318. 95th percentile calculation corrected, number format exception corrected.
319. In probe WMI-CPUUtilization Alert Top 3 processes are not listed.

----------------------------------------------------------------------------------------------------List of Issues fixed:
----------------------------------------------------------------------------------------------------
List of all Issues fixed till this latest patch of 10-07-2017 are mentioned in the below file: Total Issue - 319
Steps to Apply the Latest(Jul_10th) 12200 Issues Fixed Patch on Windows Installation : 

1. Download the 12200FixesPatch_Jul10.zip file from below url and save it under ./<OPM-HOME>/ 
   https://uploads.zohocorp.com/Internal_Useruploads/dnd/OpManager/o_1bkljnl8p1ca6rtq4al26k7r1/12200FixesPatch_Jul10.zip2. Stop OpManager Service. (Make sure the Opmanager is stopped). 
3. Rename ./<OPM-HOME>/12200FixesUpdate and ./<OPM-HOME>/12200Patch_Bkup_Jul10 folder, if any, exists. 
4. Rename Old ./<OPM-HOME>/logs folder and recreate new ./<OPM-HOME>/logs folder 
5. Extract the 12200FixesPatch_Jul10.zip directly under ./<OPM-HOME> directory using
   'Extract Here' and make sure subfolder ./<OPM-HOME>/12200FixesUpdate is created.
 

6. Download the batch file 12200IssuesUpdt_Jul10.bat(from below mentioned link) and saving
   it under ./<OPM-HOME>/ folder. "Open Command Prompt as    Administrator" and then execute the batch file.
 
   https://uploads.zohocorp.com/Internal_Useruploads/dnd/OpManager/o_1bkljteho1as42jgg8s1bak15g41/12200IssuesUpdt_Jul10.bat
   If asked to specify a file name or directory name on the target (F = file, D = directory)? --> then Choose F 
7. In case batch file failed, Copy all the contents from <OPM-HOME>/12200Patch_Bkup_Jul10 and
    Place them in <OPM-HOME> folder.
 
8. Start the OpManager Service. 
9. Sometimes there could be an cache issue, so clear the cache and reload the webclient once.
Steps to Apply the Latest(Jul_10th) 12200 Issues Fixed Patch on Linux Installation : 

1. Download the 12200FixesPatch_Jul10.zip file from below url and save it under ./<OPM-HOME>/ 
2. Stop OpManager Service (Make sure the Opmanager is stopped and all the Java and Pgsql process are killed). 
3. Rename ./<OPM-HOME>/12200FixesUpdate and ./<OPM-HOME>/12200Patch_Bkup_Jul10 folder, if any, exists. 
4. Rename Old ./<OPM-HOME>/logs folder and recreate new ./<OPM-HOME>/logs folder 
5. Download and extract the 12200FixesPatch_Jul10.zip directly under ./<OPM-HOME>
    directory and make sure subfolder ./<OPM-HOME>/12200FixesUpdate is created.
 
    command to unzip :: unzip 12200FixesPatch_Jul10.zip -d <OPM-HOME> 
6. Download and execute the shell script file 12200IssuesUpdt_Jul10.sh(from below mentioned link) 
    by saving it under ./<OPM-HOME>/ folder 
    Execute the command from command prompt to change permission level of the downloaded file     chmod 777 12200IssuesUpdt_Jul10.sh 
7. Execute the downloaded 12200IssuesUpdt_Jul10.sh file saved under ./OPM-HOME/ 
8. In case sh file failed, Copy all the contents from <OPM-HOME>/12200Patch_Bkup_Jul10
    and Place them in <OPM-HOME> folder.
 
9. Start the OpManager Service. 
10. Sometimes there could be an cache issue, so clear the cache and reload the webclient once.

Wednesday, July 12, 2017

THERE IS ALWAYS A WAY TO WIN YOUR COMPETION

THERE IS ALWAYS A WAY TO WIN YOUR COMPETION

(Selalu ada cara , untuk memenangkan kompetisi anda)

Namanya Rudy, dia mempunyai bisnis berukuran menengah yang dia jalankan  di kota kelahirannya, di Sumatera.
Usahanya memang berjalan dengan sehat dan menguntungkan. Tetapi dia merasa pertumbuhannya tersendat-sendat. Padahal customernya sangat setia pada Rudy. Di kota itu memang ada perusahaan lain yang sudah berdiri lebih dulu, berpuluh-puluh tahun sebelumnya, dan mendominasi market di situ.
Akibat competitor itu, yang sudah lebih lama, dan modalnya lebih kuat, mereka sangat agressive marketingnya, dan pertumbuhan perusahaan Rudy pun stagnant.
Rudy bertanya apa yang dia bisa lakukan agar pertumbuhan perusahaannya bisa lebih pesat lagi.

 Kalau anda berbisnis, mau tidak mau anda akan menghadapi kompetisi. Dan agar usaha anda semakin maju, anda juga harus  bersiap siap untuk berkompetisi.
Tentunya yang saya maksudkan adalah  berkompetisi dengan sehat, dengan mentaati semua aturan main dan etika yang  berlaku.  Sayangnya di Indonesia kata "kompetisi" seringkali dikonotasikan negative. Kata ambisius juga diartikan negative. Ingat baik baik ya, selama anda mempunyai niat yang baik, dan anda selalu mentaati aturan main dan etika yang  berlaku, maka ambisius dan competitive adalah attribut yang sangat positive!

Ini juga paradox di Indonesia. Yang ambisius dan competitive dinilai negative. Tetapi kalau ada yang menjadi Juara Dunia (misalnya atlit bulutangkis), maka semua orang pun ikut bertepuk tangan , kagum dan memuja.
Padahal untuk menjadi Juara Dunia , mau tidak mau, anda harus ambisius dan competitive.
Untuk menjadi Juara Dunia, mereka harus berlatih, bekerja keras dan mengorbankan banyak waktu pribadinya.
Gak mungkin mereka melakukan itu semua kalau mereka tidak ambisius dan competitive.

Kalau saya merekrut karyawan, saya mencari orang yang competitive. Misalnya saya merekruit orang Sales, ya saya akan merekrut orang yang selalu ingin mencapai yang terbaik (untuk dirinya, untuk timnya dan untuk perusahaannya).
Saya juga mendidik anak-anak kandung saya untuk menjadi competitive .
Kami bermain dan bertanding, menentukan juaranya, dan memberikan reward kepada yang menjadi Juara.
Kami juga mendidik mereka untuk belajar dan bekerja lebih keras daripada teman-temannya di kelas.

Ok, kita kembali kepada Rudy, yang ingin berkompetisi dengan lawannya yang sudah lebih lama berdiri dan sudah memiliki modal yang lebih banyak. Apa yang bisa dilakukan Rudy?
Saya akan menjawab pertanyaan ini dengan menceritakan kompetisi TV kabel di Singapore.

Pada tahun 1999 saya pindah dari Thailand ke Singapore, dan saya pun memasang TV kabel di appartemen saya. Ternyata waktu itu di Singapore hanya ada satu provider TV kabel, perusahaannya bernama Starhub.
Saya pun berlangganan Starhub. Waktu itu saya bertanya  kepada seorang teman saya yang menjadi seorang pejabat senior di Singtel,"Kenapa SingTel gak jualan TV kabel?" (Soalnya SingTel kan sudah punya jaringan telepon ke rumah-rumah, tinggal upgrade jaringan , sudah bisa jualan TV cabel ke pelanggan yang sama).
Teman saya menjawab,"Susah Pam. Sudah ada StarHub. Dan channel nya kan itu - itu juga. Kita lagi cari differentiator kita ...."
Nah, kasusnya ada kesamaan kan dengan apa yang dialami Rudy. Rudy juga pengin mengembangkan bisnisnya tetapi ada pemain lama. Sama seperti SingTel yang menghadapi StarHub yang sudah lebih lama  bermain di TV cabel.

Pada tahun 2010, saya kembali pindahan lagi , kali ini dari Jakarta ke Singapore. Dan pada saat itulah SingTel melakukan sesuatu yang mengejutkan. SingTel mengamati bahwa ternyata sebagian besar penonton TV cable di Singapore adalah fans sepakbola. Dan di Singapore, mereka gak bisa nonton Liga Inggris di TV gratis, akibatnya mereka harus berlangganan dan membayar TV cable.  SingTel yang sudah lama ingin mengembangkan bisnis TV cable pun mengambil langkah yang penuh keberanian. Mereka berani membayar licence fee untuk Premier League jauh di atas  nilai yang ditawarkan oleh StarHub. 
Mereka pun melenggang dengan penawaran kepada penonton untuk melihat Liga Inggris (asalkan mereka  berlangganan dan membayar paket sport di SingTel). Serentak hampir semua fans sepakbola  berpindah ke SingTel, pelan pelan StarHub mulai ditinggalkan pelanggan ya, dan SingTel mulai  berjaya dengan TV Cable nya.

Kita lihat kan? Sebesar apapun competitor kita, selama apapun mereka beroperasi, selalu masih ada cara untuk mengalahkan mereka! Sebuah masalah itu hanya kelihatan sulit karena kita belum menemukan cara memecahkannya. Tetapi kalau kita terus menerus mencoba, kita pasti akan menemukan jawabannya!

Nah, kita baru saja melihat bagaimana SingTel berhasil menemukan "celah" untuk melawan StarHub. "Celah" (atau dalam istilah management, niche market) inilah yang harus ditemukan oleh Rudy.

Bagaimana caranya? Kita bisa mencoba mengikuti beberapa langkah di bawah ini ...

1. Understand your own strength, Focus on your strength and continue to improve on that

Inti sebenarnya pada kompetisi itu bukannya mencari kelemahan lawan, tetapi pada menggali kekuatan kita sendiri, dan memperbaikinya terus menerus agar kita semakin baik lagi.

Kita ambil contoh pada banking industry. Ada bank yang kuat karena jumlah cabangnya banyak, ada bank yang kuat karena wilayahnya menyebar ke seluruh pedesaan di Indonesia.
Kalau anda bekerja di bank yang tidak seperti mereka, it is ok, jangan minder. You don't need to attack them at their own game. You can attack them at your game!
Seandainya anda bukan bank yang banyak cabangnya atau bank yang coveragenya sampai ke seluruh pedesaa  di Indonesia, anda harus menggali kekuatan anda di bidang lain. Mungkin Internet banking anda yang lebih canggih, mungkin relationship manager anda yang lebih customer focus,
mungkin product anda yang lebih attractive.
Remember, you dont focus on others strength, you dont focus on your weakness, you focus on your own strength.

2. Win your customer's heart, everyday

Next, yang juga sangat penting adalah bagaimana anda membina , menjaga dan merawat hubungan anda dengan customer anda, setiap hari.
This is not about your product or your service. This is about the experince that your customer have with you, everyday.
Create as many WOW effect, at every single point of contacts with your customer.
Posisi anda di hati customer anda akan jauh lebih powerful dibandingkan dengan history, berapa lama mereka beroperasi atau berapa modal yang mereka punya.

3. Evaluate the competition field, find a niche market, find a gap that you can fill

Analisa lapangan kompetisi anda, dan cari lapangan  baru yang masih  belum dimainkan. Carilah lahan (kompetisi) kosong yang masih bisa anda isi.
Anda  bisa melakukan ya dengan mengembangkan product baru, pelayanan baru, memperluas ke customer segmen yang baru, inovasi baru, atau apapun.
Intinya adalah mengisi lahan baru tersebut dengan product anda , agar anda bisa memPerkuat posisi anda di situ ....

4. Prepare, plan and play your  best game in our that niche market

Di "area" baru ini anda belum expert, siapkan perencanaan yang prima agar anda bisa mengimplementasikan business anda denga  optimum.
Get ready and  do your  best.
Ingat keberhasilan anda ditentukan dari kemampuan anda "menggaet" your customer's heart.

5. Build a winnning culture, a competitive culture , to everybody in the company. Use your victory  to narrow the gap with the market leader

Yang paling penting adalah membangun competitive culture , budaya untuk selalu bekerja keras dan mencapai yang terbaik. The winning culture. 
Terbaik bukan dengan membandingkan dengan yang lain, tetapi membandingkan dengan prestasi anda sebelumnya dan menjadi yang terbaik semaksimal mungkin sesuai potensi anda.

Ok, inilah ringkasan dari apa yang kita  bisa pelajari pagi ini, tentang  bagaimana kita bisa memperkuat diri kita untuk menghadapai kompetisi ...

1. Understand your own strength, focus on your strength and continue to improve on that
2. Win your customer's heart, everyday
3. Evaluate your competition field, find a niche market, find a gap that you can fill
4. Prepare, plan and play your best game attack in that niche market
5. Build a winning culture , a competitive culture to everybody in the company. Use your victory to narrow the gap with the Market Leader


Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
HP.08121057533

Sunday, July 09, 2017

THE 7 CHARACTERs of VISIONARY LEADERS

THE 7 CHARACTERs of VISIONARY LEADERS

Malam itu Mira bertanya,"Bagaimana menjadi seorang visionary leader?"
Kami sedang dinner di Kuningan City. Mira (seorang pembaca saya yang menjadi Head of Innovations di sebuah perusahaan Amerika) malam itu mengajak saya untuk makan malam sambil berdiskusi.
Saya mengajaknya bertemu di Kuningan City , kebetulan yang paling dekat dengan kantor saya. Saat saya memasuki rumah makan Jepang itu, saya melihat Mira sedang duduk manis dan tersenyum lebar di pojok.
Mira mengenakan gaun berwarna fuchsia yang tidak mempu menyembunyikan kecantikan (dan kecerdasannya).

"I always read your articles. There are a lot of things I learn and it will bring new perspective to me...", katanya membuka pembicaraan kami malam itu.
Dan setelah beberapa lama kami saling memperkenalkan diri, sampailah Mira pada pertanyaan intinya ...
"Saya selalu ingin tahu , bagaimana caranya menjadi seorang visionary leader? Bagaimana menjadi seorang leader yang bisa melihat ke masa depan dan sudah mempersiapkannya dari sekarang. "
Mira tersenyum sebentar dan melanjutkan," Let's look at you for example. When you were an engineer you started to build your career in HR. Ternyata HR sekarang menjadi sebuah bidang yang paling penting dalam bisnis. 
Kemudian kita semua tahu, Artificial Intelligence (Kecerdasan Buatan) akan menjadi primadona in the near future. Dan ternyata ... this is the field that you already learn 30 years ago ...
How did you do that? How can you see ahead of time?"

Mira meneruskan,"Saya yakin bahwa seorang visionary leader atau seorang futuristic leader akan sangat dibutuhkan. Tetapi bagaimana mengasah otak kita agar kita bisa berpikiran ke arah sana?"

Pertanyaan yang menarik untuk dibahas ...karena memang topic ini relevant.  Leonardo Da Vinci sudah menulis tentang teori evolusi ratusan tahun sebelum Darwin membahasnya. Steve Jobs sudah memikirkan dan mendesain banyak product yang akhirnya sangat dibutuhkan di masa depan (MacBook, iPhone ...etc) Richard Branson dalam sebuah liburannya di Atlantic sudah membayangkan budget airlines jauh sebelum yang lain memikirkan hal itu ....
How did they do that? How can they be ahead of their time?

Padahal menjadi visionary leader sangat penting. Baik anda sebagai leader untuk bisnis anda, untuk tim anda atau leader untuk diri anda sendiri, sangatlah penting bagi anda untuk mampu berfokus kepada masa depan.

Focus pada saat sekarang memang critical, tapi tanpa menyeimbangkan dengan visi tentang masa depan, nasib anda mungkin akan menyusul Nokia, Kodak, Sevel, atau menyusul nasib para insinyur perminyakan yang tiap hari merengek rengek dan bertanya "Kapan harga minyak naik?"

You have to be prepared for the future. Kesuksesan anda di masa lalu dan masa sekarang sama sekali tidak akan berpengaruh kepada kesuksesan anda di masa depan. "Your past success cannot predict your success in the future."

Makanya, apapun yang anda kerjakan sekarang, sehebat apapun kompetensi anda sekarang, secemerlang apapun performance anda sekarang, anda tetap harus bekerja semaksimal mungkin, perform and contributes as much as possible while preparing for the future at the same time!

Di situlah perlunya anda sebagai leader (bagi business anda, team anda maupun anda sendiri) untuk tetap open mind, listening, observing dan membuka mata untuk melihat trend yang terjadi sekarang sambil melihat ke masa depan.
Apa yang sebaiknya kita lakukan?

Kita coba terapkan langkah-langkah di bawah ini: 

1. CONTINUOUS CURIOUSITY

First, anda harus memelihara sifat curious dalam diri anda. Selalu ingin tahu. Apa itu? Mengapa demikian? Kapan dimulainya? Kapan berakhir? Apa yang mungkin terjadi? ...
Tanyakan pertanyaan pertanyaan itu setiap hari dalam menghadapi semua yang anda alami sehari-hari ....
Di kantor anda seharusnya bertanya kepada diri anda sendiri.
- Bagaimana performance perusahaan tahun ini?
- Mengapa demikian?
- Faktor apa sajakah yang mempengaruhi performance perusahaan?
- Factor external apa yang sedang dihadapi?
- Apa yang secara internal perusahaan bisa lakukan?
- Apa yang team anda  bisa lakukan?
- Apa yang anda sendiri bisa lakukan?

Pada saat week end dan anda sekeluarga sedang jalan jalan ke taman, anda juga curious, dan menanyakan ...
- Mengapa sekarang cuaca semakin tidak menentu?
- Mengapa bumi semakin panas?
- Mengapa polusi semakin parah?
- Apa yang masyarakat  bisa lakukan?
- Apa yang anda sendiri  bisa lakukan?

Always , always be curious about anything and try to find the answers. Read, search, browse, google to answer to your curiousity.

2. THINK BIGGER

Think Bigger. Think Big Picture!
Di pekerjaan jangan hanya memikirkan ruang lingkup anda sendiri. Pikirkan the overall company performance.
Pada saat anda terjebak macer, jangan hanya pikirkan mengapa mobil anda terjebak, pikirkan apa pengaruh kemacetan pada productivity sebuah negara.
Pada saat harga minyak turun, jangan hanya berfikir apa pengaruhnya bagi belanja keluarga anda, pikirkan pengaruhnya pada perkembangan ekonomi dan politik dunia.
Think Big. Think Bigger than your own universe!

3. MAKING CONNECTIONS

Pada saat anda curious, dan anda berfikir "big pictures", anda akan mempunyai jauh lebih banyak informasi di otak anda. Kalau dibiarkan itu justru akan membuat pikiran anda jadi kusut dan kucel. 
Gunakan informasi itu untuk mencari opportunity.
Connect the dots. Understand the pattern! Find te opportunity!

Pada saat sebuah perusahaan harus mencari sumber revenue baru, dan saat dunia dilanda issue tentang lingkungan hidup, Tesla menciptakan mobil listrik!

Pada saat kita focus ke Asia dan sedang banyak perhatian kepada kalangan bawah, Muhamad Yunus di Pakistan menciptakan Micro-Finance.

Pada saat kita harus menganjurkan anak anak minum air putih (tidak membiasakan mereka minum bergula), sebuah perusahaan menciptakan air minum dalam kemasan dengan maskot karakter Disney, yang membuat anak anak tertarik minum air putih lagi.

They are all leaders, because they are able to think big picture, connect the dots and create opportunities from there.

4. EMBRACING PARADOX

The futuristic leaders  need to embrace the paradox. Hidup sekarang ini penuh dengan ketidakpastian, ketidaknyamanan, kerumitan dan kerancuan (ambiguity). 
Dan pada saat itulah, banyak hal terasa seperti saling berkontradiksi.

Bagi sebuah perusahaan, kadang kadang , perusahaan itu harus terus menerus generate profite , tetapi juga harus berkontribusi pada society and environment.

Bagi seorang talent, mereka harus perform maximum, tetapi juga harus develop their own competences.

Bagi seorang leader, mereka juga harus deliver business result , tetapi harus juga develop their own team.

Bagaimana dong? Well, a futuristic leader harus mampu mem-balance dan merasa nyaman hidup dalam paradox tersebut.
Mereka tidak menganggap itu sebagai kontradiksi, mereka menganggap itu sebagai challenge dengan parameter yang lebih complex, yang harus mereka selesaikan.

5. COURAGEOUS ACTIONS

The   visionary and futuristic leaders take courageous actions.
Mereka berani mengambil tindakan yang berbahaya, beresiko dan kadang membuat orang lain bilang,"Wah, berani banget!" Atau mungkin malah ,"Wah, gila dia!"

Richard Branson berani menyewa pesawat terbang sendiri saat ratusan turis terjebak di sebuah pulau terpencil di samudra Atlantic.

Muhamad Yunus berani membuka micro financing di tengah serbuan bank conventional yang hanya mentargetkan orang kaya.

Blue  Bird pada saat berdiri dengan gagah beraninya mebuka bisnis taxi resmi pada saat Jakarta dipenuhi dengan taxi liar dan dikuasai preman.

Aqua menjual air minum dalam kemasan, pada saat waktu itu orang orang memandang sebelah mata kepada air mineral.

Seorang sahabat saya, David, dengan gagah beraninya berpindah karier dari IT industry, ke banking dan ke consumer goods , pada saat yang lain takut keluar dari zona nyaman.

They are all leaders. They dare to take courageous actions. Mereka tahu itu  beresiko. Mereka tahu itu   bahaya. But they still do it, because they believe in what they do.

What are the courageous actions that you did in the last 6 months?

6. ENLIGHTENED MIND

Karena mereka membutuhkan otaknya untuk  bekerja keras, maka mereka selalu mengasah otaknya dan menambah pengetahuan yang masuk ke otaknya.

Ayah saya mengajari catur sejak kecil, itu mengajarkan strategy.
Sekarang saya dan anak anak saya  bermain Bridge dua kali seminggu. Itu mengajarkan strategy dan memory!
Otak diasah!
Saya membaca 4-6 buku setiap bulan. I inject new knowledge in my brain. Anak anak saya lebih suka jalan jalan ke Periplus daripada toko baju atau mainan, I inject new knowledge and horizon to their brains.

Apa yang anda lakukan untuk mengasah dan "mengupgrade" otak anda?

7. BRING THE TEAM WITH YOU

Terakhir, tapi ini yang paling penting. Seorang leader melakukan keenam hal di atas, tetapi juga mengajak dan mampu memotivasi teamnya untuk melakukan hal yang sama. Karena kalau hanya leadernya yang futuristic dan  visionary, anak buahnya hanya fokus ke masa lalu dan sekarang saja, ya percuma, dan overall peruaahaan akan berjalan ke arah yang salah dan akan sangat beresiko di masa depan.
Inget pepatah Afrika,"Kalau mau cepet, pergilah sendiri. Kalau mau pergi jauh, ajaklah yang lain"
Ajaklah tim anda untuk juga menjadi futuristic and  visionary.

Jadi ingat ya, untuk mempersiapkan anda ke masa depan, be a visionary and futuristic leader.
Praktekkan hal-hal di bawah ini:

1. CONTINUOUS CURIOUSITY
2. THINK BIGGER
3. MAKING CONNECTIONS
4. EMBRACING PARADOX
5. COURAGEOUS ACTIONS
6. ENLIGHTENED MIND
7. BRING THE TEAM WITH YOU

Mari kita mencoba mempelajari dan menerapkan 7 hal di atas.
Selamat mencoba!

Salam Hangat

Pambudi Sunarsihanto

Fanky Christian
HP.08121057533