Data Center is our focus

We help to build, access and manage your datacenter and server rooms

Structure Cabling

We help structure your cabling, Fiber Optic, UTP, STP and Electrical.

Get ready to the #Cloud

Start your Hyper Converged Infrastructure.

Monitor your infrastructures

Monitor your hardware, software, network (ITOM), maintain your ITSM service .

Our Great People

Great team to support happy customers.

Friday, May 30, 2014

Menghubungkan Android phone ke Ozekiphone



How to connect your Android Mobile to the
Ozeki Phone System XE

Use your smartphone as a mobile SIP extension by using the CSIPSimple application. For this purpose, you need to install the CSipSimple application on your Android Mobile Phone, and Ozeki Phone System XE on your Windows PC. This guide describes what else you need and how you should configure your mobile in order to turn your smartphone into a full-featured extension of your VoIP network.
Video tutorial:  How to connect your Android Mobile to Ozeki Phone System XE

How to create a connection

Step 1: Creating a SIP account in Ozeki XE

Step 2: Installing CSipSimple

Step 3: Configuring CSiPSimple

Step 4: Setting up dial plans

Step 5: Making a test call

Step 1: Create a SIP account in Ozeki XE

In order to connect your Android phone to Ozeki Phone System XE, you need to create a SIP Extension, first. You can find a detailed guide about how to create a SIP Extension here.

Step 2: Installing CSipSimple

In order to connect your mobile phone to your communication system, you need an application that can be used to turn your phone into a mobile extension. One of the most reliable apps is CSipSimple.
In order to install CSipSimple you need to download it from Google Play:
Figure 1 - Download CSipSimple from Google Play

Step 3: Configuring CSipSimple

  1. After you have launched CSipSimple, select the most appropriate connection method then click theSave button (Figure 2).
    Figure 2 - Select connection method

  2. Click on "Add account" then select the "Basic" menu item from the Generic wizards (Figure 3).
    Figure 3 - Add account

    • Now, you need to provide the user data that you defined earlier in Ozeki Phone System XE WebGUI:
    • First, click on "Account name" and specify the name of your account (Figure 4).
    • After dialing, you have to choose the call's destination: Mobile or VoIP.
    • After it is done, click the OK button.
    • Similarly, click on "User" and enter the phone number of the new extension. Your mobile phone will be available on this telephone number.
    • Click on the OK button.
    • After that, select "Server" and type the IP address of your Ozeki Phone System XE.
    • Click on the OK button.
    • Finally, choose "Password" menu item and enter the password of the extension.
    • Click on the OK button.
    Save your configuration by clicking on the Save button.
    Figure 4 - Specify user data

  3. After providing proper user data, your new account will be a Registered one. It shows that your mobile phone is ready to use. Click on "Accounts" in the top left-hand of the screen and thekeypad will appear (Figure 5).
    Figure 5 - Mobile extension is ready to use

Step 4: Setup dial plans

By default, every extension can call every other extension. You can read more about the supported oneshere.
If you would like to change the default settings, or you would like to handle outgoing and incoming calls from outside lines, you will need to set up dial plans for that, for example:

  • if you would like to call telephones in PSTN or GSM networks, you need to set up Standard connectionswithin the Outside lines panel, and you also need to set Outbound routing rules within the Dial plan panel (since the called party is not on the list of Standard extensions in the PBX).
  • it is also possible that there are incoming calls from the PSTN or GSM networks. In these cases, you need to add Inbound routing rules to forward them to any of the extensions.
  • if a call is not answered by the destination and you wish to forward that to an another extension (for example to a Voicemail), you need to add new Missed call rules.
  • to send and receive SMS messages, you need to add new Message routing rules.
You can read more about dial plans and call routing rules here.

Step 5: Make a test call

In order to make a call;
  • enter a phone number (the number of the extension you would call) by using the keypad.
  • click on the telephone icon to initiate the call.
On Figure 6, you can see that our sample extension (1002) called an other SIP extension (1004) and the last picture shows an incoming call as well, from the other extension (1004).
Figure 6 - Test call

Conclusion
The guide above presented how to connect your Android Mobile (smartphone and tablet as well) to Ozeki Phone System XE. If you follow these steps, you will be able to install and configure the CSipSimple application and to use your Android Mobile as a full-featured mobile extension of your communication system.
If you have any questions or need assistance, please contact us at  info@ozekiphone.com
Dig deeper!
People who read this also read...

Thursday, May 29, 2014

Menjalankan Data Center Operation (5)

tulisan ini berlanjut dari : http://blog.dayaciptamandiri.com/2014/05/menjalankan-data-center-operation-4.html

Yang menarik, sekarang ITIL telah menjadi standar pengelolaan IT, sehingga diperlukan juga helpdesk yang mendukung implementasi ITIL, dan ServiceDesk Plus salah satu produk terbaik implementasi ITIL dengan mudah dan cepat.

Pertama, terkait dengan CMDB.
ITIL Help desk Implementation
CMDB Services


Pendefinisian Service Catalog.


Incident Management


Problem Management


Change Management






Jadi perubahan apapun di data center Anda, harus melalui semua prosedur Change Management yang telah ditentukan.

Tentu yang jelas, Anda perlu report.


Dan seluruh problem yang telah selesai, dapat dijadikan solution dalam knowledgebase yang bisa diakses user.



Maka seluruh operational data center Anda dapat dimonitor, dilakukan dengan mudah.

Kontak kami untuk detail kebutuhan Data Center Operation Anda.

Menjalankan Data Center Operation (4)

tulisan ini lanjutan dari http://blog.dayaciptamandiri.com/2014/05/menjalankan-data-center-operation-3.html.

Setelah OpManager memonitor seluruh perangkat kita. Maka selanjutnya kita akan berfokus kepada ServiceDesk Plus, software helpdesk management.

Software ini layaknya seperti helpdesk lain dapat diakses melalui web, dan memiliki portal untuk user.


User dengan mudah meminta layanan (request) ke dalam sistem.

Dalam setiap layanan dalam data center kita, kita mendefinisikan sebagai Service yang dikategorikan dalam Service Catalog. Service yang kita berikan sebaiknya menggunakan Service Level Agreement (SLA), sehingga dapat kita ukur.


Untuk memudahkan, semua kita atur dalam Business Rule


Tiap business rule dapat didefinisikan dalam tiap Site, yang berarti bisa lokasi, cabang, departemen, unit kerja.
Multisite Model

Sehingga setiap request yang masuk dapat langsung ditangani petugas (staff), ataupun langsung di-assign.



Dan yang menarik, helpdesk ini sudah dilengkapi dengan fitur Project Management, sehingga memudahkan pengaturan jadwal dan tugas.


Fitur lainnya yang sangat menarik, adalah manajemen aset. Apakah anda punya data aset apa saja yang dipasang di data center ?



Bahkan Software License bisa ditrack.



(berlanjut ke : http://blog.dayaciptamandiri.com/2014/05/menjalankan-data-center-operation-5.html )

Menjalankan Data Center Operation (3)

Salah satu yang menarik juga dari pengelolaan dan monitoring Anda dengan menggunakan OpManager dan ServiceDesk Plus, dan AKCP, karena semua bisa diakses dengan media mobile.

custom dashboard at a glance view

Device Details

Alarms

Bayangkan Anda dengan mudah memonitor ini semua dari kejauhan.

Bagi Anda yang sangat memperhatikan ketersediaan aplikasi ini,maka tersedia fitur FailOver.
mssql-failover-architecture

Bagi Anda yang mengelola lebih dari satu site lokasi, maka kemampuan remote monitoring dapat dilakukan dengan model probe.
Remote performance monitoring for Scalability
Remote network monitoring - Deployment


Dari segi skalabilitas, OpManager tidak diragukan lagi, selain kemampuan probe, juga kemudahan untuk menambah jumlah device, jumlah operator, plug-in, add-in dan integrasi lainnya.


(berlanjut)



Menjalankan Data Center Operation (2)

tulisan ini merupakan kelanjutan dari tulisan pertama : http://blog.dayaciptamandiri.com/2014/05/menjalankan-data-center-operation-1.html

berikutnya kemampuan monitoring:

10. Monitoring Exchange server



11. Monitoring VMWare


12. Monitoring proses


13. manajemen Alert


14. Otomasisasi dengan workflow


15. Integrasi dengan helpdesk

16. Kostum network console
Network Management Console

17. Service Level Management


18. Report yang lengkap
Network Performance Reporting

19. Business Snapshot - memudahkan impact terhadap bisnis
CRM service group report showing disk utilization for each server

20. Visualisasikan data center Anda
3D Datacenter Floor

21. Tampilkan detail isi rak
Rack Builder

22. Root Cause Analytic
Root Cause Analysis
23. Sistem management dengan integrasi produk lainnya
Highlights of OpManager Functionality

Integrasi dengan ServiceDesk Plus tidak hanya terkait dengan tiket / request, tetapi lebih luas , karena dalam ServiceDesk Plus kita bisa melakukan banyak hal.

(berlanjut ke: http://blog.dayaciptamandiri.com/2014/05/menjalankan-data-center-operation-3.html )

Menjalankan Data Center Operation (1)

Menjalankan Data Center Operation dengan OpManager dan ServiceDesk Plus

Dalam beberapa minggu ini, semakin banyak request yang meminta 'tools' untuk melakukan monitoring perangkat di data center, dan langsung terintegrasi dengan helpdesk. Kami menjawabnya dengan menggunakan kombinasi OpManager dan ServiceDesk Plus, dilengkapi dengan Environment Monitoring AKCP.

Apa saja yang diperlukan dalam lingkungan Data Center Anda?
Selain perangkat yang berbasis IP, seperti server, router, switch, tentu ada perangkat yang belum tentu ada IP-nya, seperti UPS, Fire Extinguisher, Access Door, dll. Semua ini membutuhkan solusi terintegrasi yang bisa menjawab beragam koneksi untuk memonitor perangkat yang ada.

Dalam pengalaman saya, banyak perusahaan dengan mudah bisa mendefinisikan apa saja yang harus mereka miliki dalam data center mereka. Dan bagian terumit biasanya adalah bagaimana memastikan semua perangkat ini berjalan dengan baik. Umumnya yang harus menjadi perhatian penting adalah terkait dengan power dan pendinginan perangkat.

Ini biasanya yang akan mengarahkan kepada apa yang disebut dengan Environment Monitoring (Pengendalian Lingkungan). Dengan adanya Environment monitoring, maka kita dapat memastikan power bekerja, baik dari sumber PLN atau dari sumber lain, seperti UPS atau Genset. Berikutnya adalah suhu dan kelembaban. Seiring dengan kondisi bumi yang semakin panas, maka kebutuhan pendinginan perangkat (sekali lagi bukan pendinginan ruangan) harus menjadi prioritas utama. Beragam cara dilakukan untuk mempersiapkan monitor atas power dan suhu / kelembaban yang ada di ruangan , atau di sekitar perangkat.

Untuk menjawab ini, kami menggunakan solusi Environment Monitoring AKCP, dimana memiliki skalabilitas yang baik, dan bisa disesuaikan dengan kondisi dan besar atau kapasitas data center / ruang server kita.

AKCP memiliki beragam pilihan main base unit (Sensor Probe, Security Probe dan Door Control Unit) yang bisa diintegrasikan dan membaca beragam sensor yang ada. AKCP sendiri telah memiliki software yang bisa diakses dan menyimpan log history atas sensor, dan juga melakukan alert yang diperlukan, baik menggunakan email ataupun SMS. AKCP juga dapat menyediakan akses SNMP, sehingga sistem monitoring lain dapat mengakses sensor dan value yang ada.

Data Center Zoom

Selain faktor daya / power dan pendinginan, berikutnya adalah keamanan akses (security). Pendekatan standar yang dilakukan adalan menggunakan perangkat akses door. Yang menjadi tantangan berikutnya adalah apakah akses door ataupun perangkat security yang ada dapat diintegrasikan dengan sistem monitoring lain. Dengan menggunakan AKCP Door Control Unit, maka akses door baik menggunakan RFID Card, ataupun FingerPrint dapat dilakukan. Bahkan diintegrasikan dengan kamera akses yang bisa langsung merekam siapa pun yang masuk.

Graphing Interface

Tidak hanya itu, akses ke Rak dapat diintegrasikan dengan menggunakan AKCP Cabinet Control Unit sehingga rak pun dapat di proteksi. Dan tentu saja, semua informasi ini dapat langsung diintegrasikan dengan sistem monitoring lain, karena menggunakan basis SNMP dan alert email.

Hal sekuriti juga terkait dengan akutanbilitas. Bagaimana kita mengelola siapa saja yang berhak mengakses apa di dalam lingkungan data center kita. Oleh karena itu, kita perlu adanya sistem yang bisa melakukan logging dan monitoring akses sekuriti sistem, sekuriti admin server, admin router/switch/firewall, hingga ke admin aplikasi dan database yang ada di lingkungan data center kita.

Berikutnya adalah sistem monitoring data center, atau yang kita kenal juga sebagai data center infrastructure management (DCIM). Sistem ini menjadi pusat dan kontrol atas data center. Adapun produk yang kami gunakan adalah OpManager.

Dengan OpManager, maka :
1. Seluruh perangkat dapat dimonitor dengan mudah dalam satu dashboard

Device Availability Monitoring

2. Kita dapat memilih antara Interface atau Port Availability

Interface Availability or Port availability Monitoring

3. Bagi pengguna Cisco, bisa memonitor IP SLA
WAN Link availability monitoring using Cisco IP SLA

4. Bisa monitor aplikasi atau services
Application or Service Availability Monitoring

5. Bisa monitor WAN
wanmonitoring-opmanager



6. Switch monitoring



7. Monitoring Network Traffic



8. Monitoring server



9. Monitoring Active Directory


(berlanjut ke: http://blog.dayaciptamandiri.com/2014/05/menjalankan-data-center-operation-2.html )